BERANTAS VIRUS, UNISMA LAUNCHING BEVICO

Universitas Islam Malang (Unisma) meluncurkan alat pembasmi virus. Jumat (27/3) , alat bernama Bevico 193 tersebut diresmikan oleh Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. Nama Bevico merupakan singkatan dari Berantas Virus Corona. Sedangkan 193 merupakan simbol atau nomor kampus Unisma.

Bevico 193 merupakan karya mahasiswa Fakultas Teknik dengan pendampingan para dosen. Selama lima hari alat tersebut diciptakan dengan sistem kerja alat yang canggih.

Salah satu anggota tim mahasiswa FT Unisma Febri Hariadi mengatakan sistem kerja Bevico 193 menggunakan kerja dua alat sensorik. Yakni sensor gerak dan sensor ultrasonik. Sensor gerak bekerja saat ada objek yang masuk bilik bevico. Objek tersebut diputar 360 derajat.

“Saat sensor gerak bekerja dilanjutkan dengan sensor ultrasonik yang menyemprotkan antiseptik berupa kabut dan cairan disinfektan,” terangnya.

Bevico 193 secara simbolis diserahkan Dekan Fakultas Teknik Ir. H. Warsito, MT  kepada Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unisma merasa bersyukur di balik ujian berupa pandemi Covid-19 dosen dan mahasiswa Unisma melahirkan karya yang membanggakan.

Alat tersebut dikatakannya sebagai bentuk ikhtiyar civitas Unisma dalam memberantas merebaknya Covid-19. “Di tengah ikhtiyar yang kita lakukan, muncullah kreativitas mahasiswa dan dosen. Bevico 193 nantinya beroperasi tidak hanya untuk civitas akademika Unisma, tetapi juga masyarakat sekitar kampus,” katanya.

Selain Fakultas Teknik karya lain yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 juga dihasilkan oleh mahasiswa dari Fakultas Kedokteran. Yaitu berupa produk Hand Sanitizer yang kemudian dinamakan HS 193.  Bahan tersebut diserahkan secara resmi Dekan Fakultas Kedokteran dr. Rahma Triliana, M.Kes., P.hD. kepada Rektor Unisma.