Informasi

UKM JQH UNISMA: JADIKAN HIDUP INI SELALU BERSAMA AL-QUR�AN

Senin, 31 Oktober 2016 - 12:44 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

MALANG - Unit Kreativitas Mahasiswa Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadz (UKM JQH) Universitas Islam Malang kembali berkesempatan menjadi tuan rumah dari acara rutinan Semaan Al Qur’an. Acara ini digelar sehari penuh, pada hari Sabtu, (29/10/2016). Selain semaan al-Qur’an, kegiatan yang dihadiri mahasiswa perguruan tinggi se-Malang Raya ini juga dilangsungkan kegiatan seminar Qur’ani dengan tema “Jadikan Hidup ini Selalu Bersama Alqur’an”. Hadir sebagai narasumber Bapak KH. Abdul Mun’im Syadzili. Acara yang merupakan salah satu dari serangkaian program kerja UKM JQH ini berlangsung di Hall Rusunawa III Unisma.  

Acara terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama adalah semaan yang dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.50 WIB. Semaan Alqur’an dihadiri oleh beberapa peserta semaan yang datang dari berbagai kampus di Malang, seperti UB, UM, UNMER, dll. Dalam kegiatan tersebut, peserta semaan dipisah menjadi dua ruangan di Hall Rusunawa 2 untuk peserta perempuan dan Hall Rusunawa 3 untuk peserta laki-laki. “Alhamdulilah, kegiatan Semaan al-Qur’an berlangsung khidmat dan lancar hingga selesai,” demikian ujar Taufiq, Ketua UKM JQH Unisma.

Setelah ishoma, dilanjutkan acara pembacaan tahlil, istighotsah dan Seminar. Pembacaan Tahlil dipimpin oleh salah satu anggota UKM JQH, kemudian membaca Istighotsah bersama yang dipimpin oleh Pembina UKM JQH UNISMA yakni Ust. H. A. Muwaffiq Sholeh, S. Sos., M. Si Waktu kemudian beranjak acara inti yaitu seminar dengan tema “Jadikan Hidup ini Selalu Bersama Alqur’an” oleh KH. Abdul Mun’im Syadzili.

Kyai yang merupakan pengasuh PP Salafy Qur’an Malang ini menyampaikan materinya secara gamblang dan sesuai dengan bahasa mahasiswa sehingga semua peserta mendengarkan materi dengan tenang dan khidmat. Salah satu dari materinya adalah tentang alasan mengapa umat muslim harus menjadikan harus menjadikan hidupnya selalu bersama dengan Al-Qur’an. Alasannya tidak lain adalah karena Al-Qur’an merupakan sumber ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu, karena ilmu yang selama ini dikatakan muncul dari penelitian dan penemuan para ilmuan barat sebenarnya sudah dijelaskan di dalam Al Qur’an yang turun puluhan abad yang lalu.

Acara berakhir pukul 15.00 WIB dan ditutup dengan do’a. “Acara ini menambah wawasan saya serta membuat saya semakin cinta pada Al Qr’an”, jelas salah seorang peserta ketika hendak beranjak dari tempat acara seminar. [jqh]