Informasi

Unisma Gelar Workshop Pasar Modal Syariah

Senin, 03 April 2017 - 10:49 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

Malang – Unisma bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Bursa Efek Indonesia, menggelar workshop pasar modal syariah (30/3/17). Dikemas dengan judul Memiliki Perusahaan Bukan Sekedar Impian. Kegiatan ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat luas untuk berinvestasi, terutama di pasar modal syariah.

Acara yang di gelar di gedung Ustman Bin Affan lantai 7 tersebut diikuti oleh Segenap Civitas Akademika Unisma, wirausahawan serta mahasiswa dari berbagai Universitas di Malang Raya. Dalam kesempatan yang sama pula dilakukan penandatanganan MoU antara Unisma dengan MES Kota Malang.

Pada sambutan yang sekaligus membuka acara Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si  menjelaskan bahwa “Dua tahun ini konsep syariah sedang berkembang di Indonesia dan investasi syariah sudah banyak yang melirik. Saya harap ini bukan sekedar workshop. Apalagi Unisma sendiri juga mempunyai Fakultas Ekonomi Syariah, dengan kerjasama ini saya harap bisa meningkatkan motivasi civitas akademika Unisma untuk melakukan investasi syariah” jelas beliau.

Sementara itu Head of Market Development Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh, menyatakan bahwa jumlah saham yang dikategorikan syariah terus bertambah. Terlebih saat ini pasar modal syariah memiliki potensi besar untuk berkembang.

“Seiring dengan tren saham syariah yang terus meningkat setiap tahunnya, membuat investasi di sana pun dapat menjadi salah satu pilihan. Saham syariah di dunia adalah salah satu favorit untuk menjadi landasan equity fund. Di Indonesia, saham yang dikategorikan syariah ada sekitar 300 lebih, jadi pilihan investasi saham syariah semakin beragam,” kata Irwan dalam workshop Pasar Modal Syariah yang diselenggarakan di Unisma

Dijelaskan pula bahwa mayoritas saham syariah di BEI adalah di sektor perdagangan, sisanya di pertanian, properti, industri, dan sektor lain yang tak bertentangan dengan prinsip syariah. Mengenai proyeksi tahun ini pun, Irwan menyatakan saham syariah akan terus berkembang karena potensi bagi saham syariah untuk tumbuh masih besar. Ini merupakan kesempatan besar bagi civitas akademika Unisma yang ingin berinvestasi di pasar modal syariah.

Selanjutnya perusahaan penyedia jasa di bidang pasar modal syariah, Indopremier Sekuritas mengatakan secara prinsip pasar modal syariah sama dengan pasar modal pada umumnya.“Perbedaannya itu hanya pada penggunaan riba. Jadi, kalau ada seorang investor maupun trader berbasiskan syariah ketika memilih saham yang ingin di beli akan diberitahukan secara otomatis apakah saham tersebut mengandung unsur riba, perjudian,”  ungkap marketing Indopremier Sekuritas, Adhe Citra Widiatmoko.