Informasi

Fakultas Hukum UNISMA bedah buku Putusan Monumental Menjawab Problematika Kenegaraan

Selasa, 11 April 2017 - 10:06 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

Malang, Fakultas Hukum Universitas Islam Malang menggelar bedah buku yang berjudul Putusan Monumental Menjawab Problematika Kenegaraan,(8/4/17) kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Pusat Studi Anti Korupsi (PUSAKO) Fakultas Hukum Unisma dan Forum Kajian Yurisprudensi (FPK)

Turut Hadir dalam pembukaan kegiatan ini Segenap Civitas Akademika Unisma, Dr. Anwar Usman, S.H.,M.H. Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Periode 2016 – 2018 .

Kegiatan yang diikuti oleh hampir 800 mahasiswa dari berbagai Universitas se Jawa Timur ini digelar pada ruang Auditorium gus dur Gedung ali bin abi thalib lantai 7 dan di buka langsung oleh Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si yang mengungkapkan apresiasinya terhadap Fakultas Hukum Unisma yang menjadi pelopor dalam meraih akreditasi A pertama dan kemudian menjadi semangat pemicu perkembangan Universitas Islam malang pada umumnya.

Pada Kesempatan yang sama Rektor Unisma mengungkapkan bahwa Mahkamah Konstitusi saat ini dapat memberikan kontribusi signifikan melalui putusan dan hukum monumental sehingga dapat menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai yang diamanatkan dalam UUD 1945. Lebih lanjut Prof Maskuri menjelaskan bahwa MK adalah lembaga yudikatif yang didalamnya tidak boleh ada intervensi politik maupun kepentingan kelompok manapun.

“dengan menjaring hak-hak sipil atau juga konstitusional rakyat akan tercapai keadilan. Bukan hanya keadilan prosedural tapi juga keadilan substantif” ungkapnya.

Dekan Fakultas Hukum Unisma Dr. H. Mariyadi, S.H., M.H. dalam sambutanya menyampaikan bahwa akan terjalin kerjasama secara tertulis dalam bentuk MoU antara Universitas Islam Malang dengan Forum Kajian Yurisprudensi, “saya berterimaksih atas kerjasama yang terjalin berupa diskusi bedah buku ini semoga terjalin banyak kerjasama yang lain dalam memecahkan berbagai problematika kenegaraan” ungkap Dekan Fakultas Hukum.

Dekan fakultas Hukum pun memaparkan bahwa dalam keadaan yang carut marut ini ada 5 aspek mendasar yang harus di ambil sebagai seorang negarawan yang baik antara lain, ambilah orang yang jujur, tabligh, fatonah serta cerdik, kedua, ambilah orang yang dapat memahami situasi yang terjadi. ketiga, membaca siapa yang dihadapi. Keempat, ambillah orang yang lemah lembut dan yang terakhir ambillah orang yang bijaksana, tegas dan bertanggung jawab.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Ketua Forum kajian Yurisprudensi Susi Dwi Harjianti S.H., LL.M., Ph.D. beliau menyampaikan bahwa forum ini baru didirikan dan dilatarbelakangi karena produk hukum terutama putusan pengadilan yang memiliki pengaruh yang sangat besar bukan hanya pada prakteknya tapi juga dalam pendidikan hukum maka dari itu perlu di lakukan pengkajian namun bukan hanya dari pertimbangan para hakim melainkan implementasi dari hasil putusan tersebut.

Kegiatan yang sukses di gelar ini menghadirkan beberapa narasumber yang ahli dibidangnya antara lain Prof. Dr. Achmad Sodiki, SH (Wakil Ketua MK Periode 2010-2013) dan beberapa hakim MK lainnya