Informasi

Seminar Nasional Perpajakan Membangun Generasi Muda Sebagai Motor Penggerak Perpajakan Nasional

Rabu, 24 Mei 2017 - 08:30 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang menggelar acara seminar nasional bertajuk   Membangun Generasi Muda Sebagai Motor Penggerak Perpajakan Nasional dan pembukaan  Diklat Pajak  Brevet A &B  angkatan  2017.Acara ini diprakarsai FE UNISMA  yang bekerjasama dengan IAI Komisariat Daerah Malang Raya, dalam rangka memperingati Dies Natalis FE UNISMA  yang ke-36. Seminar dilaksanakan pada Selasa 23 Mei 2017 mulai pukul 08.30 – 12.00 WIB di Hall K.H Oesman Mansoer Universitas Islam Malang. Sebagai pembicara dalam kegiatan ini adalah Wakil ketua IAI Wilayah Jawa Timur Dr. Ellia Mustikasari, Akt, CA, CPA, BKP

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang Nur Diana, SE., M.Si menyatakan apresiasinya atas kegiatan yang dilakukan oleh program studi akuntansi. Mengingat program studi Akuntansi FE Unisma yang berdiri sejak tahun 1985 telah dirancang untuk menghasilkan seorang tax thinker yang mampu mengintegrasikan kompetensi akuntansi dan pajak. Seorang tax thinker itu juga diharapkan mampu berpikir dan bertindak strategis, tidak hanya dibatasi pada level teknis penghitungan dan pelaporan, tetapi juga dalam level kebijakan pajakan.  Disisi lain Perusahaan - perusahaan pengguna lulusan Prodi Akuntansi sangat membutuhkan tenaga kerja yang menguasai ilmu perpajakan, selain itu adanya peraturan Menteri Keuangan Nomor 229/PMK.03/2014 yang menetapkan bahwa karyawan wajib pajak telah lulus brevet dapat bertindak sebagai kuasa. Untuk itu kegiatan Seminar Perpajakan yang bertema Membangun Generasi Muda sebagai motor penggerak perpajakan Nasional  serta  diklat Pajak Brevet A& B menjawab  visi yang diemban oleh Prodi akuntansi FE Unisma

Beliau menambahkan pajak di Indonesia diharapkan bisa menyumbang 1498,9 triliun rupiah atau sekitar 72% dari APBN 2017, yang berjumlah 2080,5 triliun rupiah. APBN akan digunakan untuk membiayai negara dalam usaha untuk melayani rakyat. Rasio pajak terhadap PDB Indonesia yang baru mencapai sekitar 11% pada saat ini membuktikan bahwa kepatuhan dalam membayar pajak masih sangat rendah sehingga  fungsi pajak untuk keadilan sosial masih belum bisa maksimal. Kebijakan yang dibuat pemerintah terkait dengan tax amnesty serta pasca tax amnesty diharapkan dapat mendorong kepatuhan wajib pajak. Namun dalam implementasinya belum mampu menjamin rasa keadilan dalam meningkatkan kepatuhan membayar pajak.

Dalam kegiatan seminar ini juga berlangsung kegiatan MoU antara Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang dengan IAI Komisariat Daerah Malang Raya  dan pembukaan  Diklat pajak angkatan 2017.  MoU  yang ditandatangani oleh Dekan FE Unisma dan Ketua IAI Komda malangraya terkait implementasi dan penguatan  pendidikan dan latihan Pajak Brevet A dan B yang dalam angkatan 2017 akan diikuti sekitar 157 peserta dan disusul angkatan II sebanyak 160 peserta dari mahasiswa prodi akuntansi FE UNISMA , mahasiswa malangraya dan masyarakat umum. Seminar perpajakan nasional ini dihadiri sekitar 300 peserta dari unsur akademisi, praktisi dan mahasiswa