Informasi

PROGRAM SUMMER CAMP UNISMA 2017

Rabu, 23 Agustus 2017 - 08:31 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

Tiga Universitas dari negara tetangga belajar budaya Indonesia di Universitas Islam Malang (Unisma) dalam program Summer Camp.  Ketiga Universitas tersebut adalah Yamaguchi University, Tokushoku University dari Jepang dan Prince of Songkla University dari Thailand. 

Kepala Kantor Urusan International (KUI) Novi Arfarita SP, MP, M.SC, P.hD mengatakan, kegiatan summer camp ini akan dilaksanakan selama sepekan dan berakhir pada 27 Agustus.

Kepala KUI membeberkan, mahasiswa yang berjumlah 17 orang ini akan mempelajari daerah-daerah bersejarah yang masih sarat akan budaya. Misalnya, mengunjungi candi Singosari, serta beberapa candi lainnya. Ketika di sana, peserta yang didampingi dengan penerjemah akan belajar sejarah sekaligus budaya. Ia berharap, nantinya para peserta bisa menjadikan jelajah Kota Malang ini sebagai petualangan baru. Petualangan untuk traveling. Bukan hanya sekadar belajar.

“Nantinya, mereka akan diajarkan untuk memahami sejarah dan karakteristik Kota Malang. Selain itu, juga diharapkan, setelah belajar mereka bisa menceritakan kembali ketika kembali ke negaranya,” terangnya .

Beliau menambahkan, Selain candi, ia juga akan mengajak para peserta untuk mengenal makanan khas Indonesia yang juga membudaya, yakni tempe. Untuk mengenal tempe, peserta akan diajak ke home industry tempe. Mereka akan diajak untuk memelajari tempe mulai dari pembuatan hingga pengemasan, dan pemasaran. Terakhir, mereka berkesermpatan untuk mencicipi kelezatan dan kekayaan gizi yang ada pada tempe.

“Sebelumnya kami juga memberikan materi tentang kekayaan gizi yang terkandung pada tempe. Setelah mereka mengetahui tentang tempe, ketika di lapangan mereka tinggal mengenal lebih dekat lagi,” kata Dosen fakultas pertanian itu.

Pengenalan budaya lainnya, adalah, perkenalan kepada wayang topeng Malang, dan pengenalan batik. Baik batik nasional ataupun batik khas Malang. Selain budaya, peserta juga diajak untuk mengenal karakteristik masyarakat Malang, melalui program pengabdian masyarakat di Kecamatan Ngantang. Mereka akan diajak untuk mengatasi masalah eceng gondok yang menutupi Dam. Mereka akan diajak untuk membersihkan Dam, serta mengolah tumbuhan liar eceng gondok menjadi manfaat. “Mereka akan belajar mengubah eceng gondok menjadi pupuk kompos,” terangnya.

Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Junaedi Mistar berharap, dengan adanya program summer camp kali kedua ini, bisa memberikan manfaat besar bagi mahasiswa yang belajar, dan juga bagi Unisma dalam menjalin hubungan baik antar Negara. Tahun depan, ia berharap bisa menambah lagi jumlah negara yang belajar di kampus hijau itu. International Studen Centre of Yamaguchi University Tomoko Nakamizu mengharapkan, melalui Unisma mahasiswanya bisa mendapatkan ilmu serta wawasan kebudayaan Indonesia. Ia berharap, setelah kembali ke negaranya, para mahasiswa mendapatkan wawasan baru kebudayaan. Ia berharap selama sepekan ke depan, mahasiswanya bisa mengikuti proses dengan baik.