Informasi

REKTOR UNISMA MENGHADIRI REMBUK APTISI MEMBAHAS ERA DIGITAL DISRUPTION

Sabtu, 02 Desember 2017 - 15:30 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

Rektor Universitas Islam Malang Prof. Dr. H. Maskuri., M.Si bersama Sekertaris Dewan Pengurus Yayasan Drs Mustangin, M.Pd menghadiri Rembug Nasional 2017 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI).

Topik yang diangkat "Revolusi Pendidikan Tinggi Dalam Menghadapi Era Digital Disruption". Kegiatan ini hadiri sekitar 600 orang peserta dari berbagai unsur pimpinan Perguruan Tinggi Swasta seluruh Indonesia ini turut serta di hadiri oleh ketua Umum APTISI, Sekertaris Direktorat Jendral Kelembagaan IPTEK dan Dikti dan koordinator kopertis seluruh Indonesia

Menteri riset, teknologi dan pendidikan tinggi (Menristekdikti) menyampaikan bahwa laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang melaju kencang, harus disikapi dengan perubahan sistem dan regulasi batang cepat juga khususnya dalam pendidikan tinggi di Indonesia dengan tetap menjaga mutu dan kualitasnya.

"Kita harus segera melakukan loncatan. Saya selalu sampaikan kepada jajaran di lingkungan KemenristekDikti untuk bisa memperbaiki sistem dan regulasi dengan mengikuti arus perkembangan zaman. Memanfaatkan perkembangan teknologi TIK adalah jawabannya bila masih memakai cara-cara lama kita akan ketinggalan," ungkap Prof Mohammad Nasir. 

Ketua umum APTISI menyatakan apresiasinya atas dukungan KemenristekDikti dalam mengawal peningkatan mutu Pendidikan Tinggi di Indonesia khususnya bagi perguruan tinggi swasta (PTS) sehingga jumlah PTS yang telah terakreditasi A sebanyak 26 PTS. 

Sementara itu Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri, M.Si dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa Revolusi Pendidikan Tinggi ini sesuai dengan Milestone Unisma yang selalu mengutamakan percepatan tapi tidak pernah sekalipun mengalami penurunan mutu dan kualitas. 

Prof Maskuri pun menjelaskan bahwa Unisma saat ini tengah mempersiapkan diri untuk akreditasi institusi A. 

"Kami telah melakukan peningkatan di berbagai sektor seperti meningkatkan kualitas SDM, dengan melakukan penambahan 5 guru besar dalam tahun ini," pungkasnya.