Informasi

UNISMA TINGKATKAN KAPASITAS DOSEN

Senin, 24 September 2018 - 14:11 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

Dosen yang baik tidak hanya melakukan tugas mengajar semata. Namun juga mampu mengevaluasi hasil belajar mahasiswanya. Menjadi dosen tentu memerlukan pengetahuan strategi mengajar yang baik agar ilmu yang disampaikan bisa diterima dan dipahami oleh mahasiswa dan juga pengabdian masyarakat sudah mutlak harus dilakukan. Terlebih lagi tidak semua pelajar di Indonesia dapat melanjutkan pendidikan kejenjang berikutnya, menurut data kemendikbud 2014 dikatakan bahwa hanya sebanyak 30 % saja  yang melanjutkan ke Perguruan tinggi

Berdasarkan hal itu Unisma yang kini akan mencapai tahapan Riset University menghadirkan tenaga ekspert dalam Wokshop dengan Tema Peningkatan kapasitas dosen dalam melaksanakn Tridarma Perguruan Tinggi, dengan narasumber Diantaranya Prof. Dr. KH Tholhah Hasan, Prof Dr. KH. M. Nuh, DEA, Prof. Dr. H. Masykuri M.Si Serta Wakil Rektor 1, 2 dan 3 Unisma

Dalam sambutannya Rektor Unisma Prof. Dr. H. Masykuri, M.Si menjelaskan bahwa saat ini dosen Unisma telah memiliki semangat untuk terus meningkatkan kemampuannya oleh karena itu Unisma juga turut berperan aktif dalam menjaga semangat itu “kami terus mendorong dosen kami agar menlakukan penelitian dan pengabdian masyarakat terlebih lagi dana yang bisa di manfaatkan juga besar” terang Rektor Unisma

Unisma sudah membentuk Rumah Kreatif Mahasiswa, dimana sudah disiapkan dana sebesar Setengah Miliar Rupiah untuk peningkatan kreatifitas mahasiswa, yang muaranya dari dosen-dosen yang kreatif pula. "Saya tidak ingin mahasiswa hanya lulus pulang membawa IPK 3,9 saja. Tapi mahasiswa Unisma juga harus bisa mampu berkompetisi di dunia global." ujarnya.

Workshop yang digelar selama satu hari penuh ini membahas segala upaya peningkatan kapasitas dosen mulai dari pendidikan pembelajaran , penelitian dan pengabdian masyarakat hingga pengembangan kemahasiswaan berupa pengembangan PKM di Unisma.

Prof Dr. KH. M. Nuh, DEA yang hadir sebagai narasumber menerangkan bahwa dengan prinsip percepatan Unisma bisa menjadi Universitas yang lebih maju lagi

“kata kuncinya perubahan, kita harus bisa beradaptasi mengikuti perubahan jaman dan terus mengembangkan inovasi” terangnya

Prof Nuh menjelaskan meskipun harus ada perubahan Unisma memiliki satu value yang tidak boleh berubah, yakni cirri khasnya sebagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.

“katakanlah sekarang ini Unisma akan masuk ke riset university tapi perlu diingat jaman telah berubah saat ini, jadi di Perguruan Tinggi kedepannya akan di penuhi oleh apa yang akan kita rancang. Jangan hanya memikirkan untuk saat ini saja tapi harus untuk 5 bahkan 10 tahun kedepan” ujarnya

Diakhir sesi Prof nuh pun membagikan tips suksesnya yakni berbakti kepada orangtua, gemar bersedekah, pekerja keras, adaptasi terhadap perubahan zaman dan yang terakhir sholat malam dan perbanyak sholawat.

“kekayaan suatu Perguruan Tinggi bukan yang memiliki inventaris mobil mewah yang banyak tetapi Perguruan tinggi yang mau membeberkan karpet merah untuk saudara kita yang berasal dari keluarga yang kurang mampu” pungkasnya. (zi)