Informasi

6 PROFESOR DARI 5 NEGARA BERKOLABORASI DI UNISMA

Senin, 24 September 2018 - 14:39 WIB
Diposting oleh: Humas - Kategori: Kampus

 

Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas MIPA dan Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang untuk pertama kalinya menyelenggarakan The 1st Internasional Conference on Science Technology and Engineering for Sustainable Development. Acara yang mengangkat tema Towards Enhancement of Agriculture and Animal Husbandry Natural Resource and the Environment and Engineering in the ASEA ini, diharapkan dapat menyebarkan ide ide baru dan penelitian

“kami mengundang peneliti dari luar negeri tentang bagaimana kita berkontribusi untuk pembangunan dari berbagai sector” ujar Dr. Ir. Nurhidayati, M.P, ketua panitia sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Unisma

Acara yang bertempat di gedung Ali bin Abi Thalib lantai 7 akan berlangsung mulai dari tanggal 10 – 11 September 2018. Menghadirkan pembicara level dunia seperti Prof. Inocencio E.Buot Jr, Ph.D.(University of Philippine Los Banos). Assoc. Prof. Dr. Pramote Paengkum  (Suranaree University of Technology, Thailand) Prof. Thanda Aye, Ph.D  (Yangon University, Myanmar) Prof. Wu, Jiunn-Chi (National Central University, Taiwan) Assoc. Prof. Rawshan Ara Begum (Kumamoto University,  Japan) Prof. Sutiman Bambang Sumitro, SU., DSc, (Brawijaya University) dan Prof Dr Ir Agus Sugianto ST., MP

Internasional Conference ini terselenggara atas kerjasama 4 fakultas yang berbeda. “Hal ini dikarenakan topic yang di bahas cukup besar yakni untuk meningkatkan Sustainable Development atau pengembangan pembangunan yang berkelanjutan itu butuh pembahasan dari berbagai bidang mulai dari ilmu pengetahuan alam, ilmu lingkungan, keteknikan,humaniora ada aspek social juga” imbuhnya

Salah satu pemateri yang hadir Prof. Inocencio E.Buot Jr, Ph.D. yang merupakan professor bidang botani, sains dan ekologi merangkan terkait keadaan keaneka ragaman hayati (biodiversity) di Asean, bagaimana kondisi megabiodiversitas akan berpengaruh pada status, tantangan dan peluang bagi para ilmuwan dan universitas
 
“Asean memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah, segitiga karang, dinding laut dan 
Aliran sungai yang panjang dan itu hanya dimiliki tiga dari seluruh Negara di ASEAN antara lain Inonesai, Malaysia dan Phillippines” terang Prof Buot
 

Prof Buot menambahkan, pengetahuan terkait ekologi dan keanekaragaman hayati sudah seharusnya diaplikasikan kearah penelitian. Ia mencontohkan, studi rinci tentang suksesi di habitat yang sangat terganggu, studi penilaian ekologi serta studi tentang pembentukan koridor keanekargaman hayati di ASEAN

Agar selanjutnya dapat diinformasikan ke kolega masing-masing negara ASEAN member tentang konsep ini. mendampingi rekan-rekan ASEAN untuk mengatur masyarakat berbasis negara untuk pengelolaan sumber daya alam