Doktor Pertanian Unisma Dr. Ir. Sunawan, M.P. Beri Solusi Indonesia Tak Impor Ketan

Masih impornya padi ketan hingga 200 Ton per tahun menjadi keprihatinan bagi Dr. Ir. Sunawan M.P., doktor yang baru saja meraih gelar doktornya dari  Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (Unisma).Sudah saatnya petani kita beralih menanam ketan yang keuntungannya lebih menggiurkan, apalagi dengan methodologi yang ia temukan, yang mempercepat proses tanam dengan panen yang akan melimpah pula. (22/1)

Hal ini dapat diketahui melalui disertasinya berjudul “Peningkatan efisiensi energi matahari melalui perbaikan teknologi budidaya tanaman padi ketan” dirinya menemukan beberapa faktor yang mempercepat masa tanam padi ketan.

“Sekarang ini juga sudah ada bibit yang masa tanamnya cepat namanya genjah, itu kalau menggunakan teknik efisiensi tenaga matahari yang kami temukan bisa sama dengan masa tanam padi yakni 100 hari.” ujarnya.

Zaman dulu memang masa tanam ketan bisa sangat panjang bisa sampai 5 bulan jika tidak memakai bibit ini. Namun saat ini sudah beda, selain ada bibit yang masa tanamnya pendek permintaan ketan juga sangat besar. Selama ini pemerintah memenuhi kebutuhan ketan dengan mengimpor dari Thailand dan Vietnam.

“Produksi  Indonesia hanya 50-80 ton itu masih butuh mengimpor 100-200 ribu ton. Sekarang petani tidak mau menanam ketan padahal keuntungannya lebih dari 2 kali lipat beras. Per kilo kan bisa 20-25 ribu rupiah.” Tambahnya.

Dengan penelitiannya ini ia berharap masyarakat bisa mulai beralih untuk menanam padi ketan daripada padi. Selain itu pemerintah juga harus turut ambil bagian untuk mengedukasi masyarakat soal keuntungan dari menanam ketan.