Dosen Unisma Temukan Model Pengelolaan Kebun Cabai Ramah Lingkungan

Dosen Universitas Islam Malang (Unisma) berhasil menemukan model pengelolaan kebun cabai merah yang ramah lingkungan. Penelitian model pengelolaan kebun cabai merah ini menjadi alternatif upaya pengendalian penyakit yang mendominasi menyerang tanaman ini, yakni penyakit antraknosa.

Menurut dosen Unisma, Ir Djuhari MSi, yang dalam penelitiannya menemukan model pengelolaan kebun cabai merah ini, khusus untuk mengantisipasi serangan penyakit antraknosa. Pasalnya hama dan penyakit terutama serangan penyakit ini, menjadi kendala besar yang teridentifikasi dalam penurunan produksi, selain cuaca yang tidak menentu, dan teknologi budidaya yang kurang tepat.

“Kebaruan dari penelitian model ini sebagai upaya pengendalian penyakit antraknosa yang merupakan perpaduan Good Agricultural Practices (GAP) yang spesifik lokasi untuk mengendalikan penyakit antraknosa dengan rekayasa habitat dan teknik budidaya dengan variabel terpilih,” ungkap  Djuhari.

Penelitian oleh dosen Kampus kebanggaan NU ini juga berhasil menemukan faktor-faktor yang dominan berpengaruh terhadap timbulnya serangan penyakit antraknosa dengan model structural Partial Least Square. Selain itu, ia juga melakukan verifikasi model Structural Partial Least Square dengan percobaan di budidaya cabai merah.

Penelitian dilaksanakan di empat sentra cabai merah di Jawa Timur antara lain Kabupaten Malang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Madiun, dan kabupaten Tuban. Penelitian ini dilakukan Djuhari mulai Oktober 2017 sampai September 2018.  Dengan menggunakan metode penelitian  survey, pemodelan, dan verifikasi model, dengan percobaan.

Hasil Penelitian model pengelolaan kebun cabai merah dengan manipulasi habitat dan teknik budidaya ini dapat digunakan sebagai pengendalian HPT yang ramah lingkungan. Dengan model tersebut pestisida tidak digunakan.