FK Unisma Kolaborasi Riset dengan Universiti Kebangsaan Malaysia

Fakultas Kedokteran (FK) Unisma mengirim dua mahasiswa pilihannya untuk kolaborasi riset dengan University Kebangsaan Malaysia (UKM). Disana mereka akan melakukan penelitian tentang obat yang khusus untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Wakil Rektor Unisma I, bidang akademik, Prof Dr Junaidi Mistar PhD, bahwa saat ini lagi gencar-gencarnya program Internasionalisasi di Unisma. Maka kegiatan akademis mahasiswa maupun dosen sedang digalakan semua.

“Research attachment atau kolaborasi penelitian dengan mahasiswa dan dosen University Kebangsaan Malaysia (UKM) untuk publikasi internasional,” ungkap Prof Junaidi, usai melepas mahasiswa Program Profesi Dokter (PPD), Sabtu (10/01/2020).

Dengan begitu, kedua mahasiswa yang dikirim ini akan terbuka lebar peluangnya mendapatkan beasiswa.

Dekan FK Unisma, dr Rahma Triliana MKes PhD, menuturkan kedua mahasiswa ini akan segera diberangkatkan. Rencanaya mereka disana selama 6 pekan.

“Sebagai apresiasi, proyek penelitian ke luar negeri ini dapat kompensasi seperti skripsi. Setara 4 SKS. Hingga kedua mahasiswa yang berangkat ini tak perlu lagi membuat tugas akhir,” tutur Rahma Triliana.

Pihak FK Unisma sendiri sengaja memilih Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai mitra penelitian lantaran UKM sendiri saat ini menempati rangking 250 dunia. Serta  UKM merupakan perguruan tinggi negeri dalam deretan universitas paling ternama di Malaysia.

“Dengan begitu FK Unisma sendiri dapat belajar banyak mengenai penelitian dan pangabdian masyarakat,” urai Dekan FK.

Kedepan akan ditingkatkan arah kerjasama ini dalam bentuk program pendidikan, seperti Summer Exchange dan Joint Degree. Mahasiswa yang akan berangkat ini rencananya akan meneliti Drugs Discovery, yakni obat yang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Disinggung mengenai pembiayaan, Dekan FK Unisma membeberkan bahwa biayai penuh oleh pihak Fakultas. Mahasiswa semester 6 ini yang berangkat tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.Seleksi ketat dengan berbagai kriteria mengiringi, seperti nilai IPK yang tinggi, penguasaan bahasa Inggris yang baik dan tes mengenai riset proposal.

“Program ini merupakan tahap awal untuk membuka pintu meneruskan program pendidikan Kedokteran Strata 2 dan 3 di luar negeri,” pungkasnya.

 

Share this: