GRAVIDEC HANTARKAN MAHASISWA MIPA RAIH JUARA DI SINGAPURA

Mahasiswi Fakultas MIPA Jurusan Biologi Unisma Malang, Malia Anjani menemukan alat pendeteksi penyakit dini hipertyroid yang diberi nama Gravidec.

Malia menjelaskan, ia penelitiannya soal Gravidec sudah mendapatkan pengakuan pada Comparative Study 3 Countries yang digelar Student Backpacker di Singapura, 23-28 April lalu. Pada ajang itu, Malia meraih juara pertama.

Lebih lanjut Malia menjelaskan konsep kerja gravidec yang mirip test pack untuk mengetes kehamilan. “Bedanya, saya mengganti proteinnya dengan TsaB. Jadi, bisa lebih murah biayanya,” jelasnya.

Karena berbiaya murah, Gravidec ini punya potensi untuk diproduksi masal. Jadi, siapa pun bisa melakukan deteksi dini hipertiroid. Tak harus di rumah sakit, tapi bisa di rumah.

Tak hanya Malia, mahasiswa Unisma lainnya Tengku Anggun Lestari, juga ambil bagian dalam Comparative Study 3 Countries. Anggun mengangkat penelitian berjudul ”Plastic Biodegradable Combination of Seaweed and Egg White”.

Meski tak menyabet gelar juara, hasil penelitian Anggun ini terbilang aplikatif. Dia membuat plastik berbahan dasar rumput laut, sehingga mudah terurai .

“Setelah membaca jurnal,saya mendapati kalau rumput laut itu bagus. Selulosanya tinggi,” kata d ia.

Anggun mengungkapkan, saat delegasi dari Unisma Malang mengikuti event di Singapura, mereka juga dituntut untuk melakukan tes pasar. ”Kami harus tes pasar langsung di Singapura yang respondennya orangasing dan dibeberapa tempat ramai seperti Universal Studio, Garden Bay,dan Merlion Park. Waktunya terbatas, jadi harus segera buat laporan,” jelasnya