|
MADRASAH HARUS KEMBALI KE KHITTAH |
|
|
|
|
Written by Basit
|
|
Wednesday, 29 July 2009 |
Pembukaan ajang Kompetisi dan expo Madrasah Nasional (KEMNAS) 2009 di Universitas Islam Malang (UNISMA) yang dipusatkan di Stadion Gajayana Malang berlangsung meriah. Kurang lebih 20.000 siswa-siswi madrasah se Malang Raya memadati tribun Stadion Gajayana guna menyemarakkan pembukaan oleh Menteri agama RI M. Maftuh Basyuni. Dalam sambutannya, Maftauh Basyuni mengingatkan agar lembaga pendidikan Islam harus mampu menjawab tantangan global, namun demikian madrasah tetap tidak boleh kehilangan jati ndiri serta identitasnya dan tetap memegang teguh khittahnya. "Pengukuhan identitas madrasah sangat penting, karena bagaimanapun madrasah tidak sama dengan sekolah uimum", ungkapnya. Menurut Menteri agama juga bahwa madrasah harus mampu mengembangkan diri sesuai kebutuhan masyarakat, bukan kebutuhan pemerintah; dalam hal ini dibutuhkan kemandirian madrasah itu sendiri. Mengingat jumlah madrasah swasta yg mencapai 91 persen dibanding negeri, Ia berharap agar madrasah bisa tampil sebagai lembaga multifungsi yang tidak hanya menggali ilmu tapi juga menyiapkan pelatihan untuk aplikasinya. Melalui Kemnas ini ia juga berharap menjadi jawaban atas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Sehingga terwujud citra madrasah sebagai lembaga yang mampu m,eningkatkan sumberdaya umat. Hadir pula dalam pembukaan, Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Syaifulloh Yusuf. Beliau berharap keluaran madrasah siap jadi apapun dan dimanapun. Ia mencontohkan bahwa dirinya juga lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) juga mampu menjadi Wakil Gubernur, bahkan pernah pula menjadi Menteri. Justru lulusan madrasah akan lebih siap karena selain dilengkapi kemampuan ilmu pengetahuan umum juga memiliki kemampuan agama yang kuat. Dengan penuh semangat beliau meneriakkan yel-yel "Hidup Madrasah ..... hidup Madrasah ... !!! ". Acara pembukaan berlangsung sangat meriah dengan berbagai atraksi, terutama atraksi gerak dan konfigurasi yg dimainkan oleh ribuan siswa madrasah jalan Bandung di tribun utama. Acara dilajutkan dengan penampilan pecak silat dan kesenian asli Jatim yaitu Reog Ponorogo. Acara pembukaan di awali dengan parade kontingen dari 33 propinsi, diawali dari propinsi Aceh hingga Papua. Sementara hari ini masih berlangsung lanjutan berbagai jenis lomba, pelaksanaan lomba disebar di berbagai tempat; untuk lomba pidato bahasa Inggris, LKIR Agama, LKIR Saionsdan Teknologi, lomba film pendek, lomba fotografi, dan Madrasah Award di gelar di Kampus Unisma, sedangkan lomba bulutangkis di UIN Maulana Malkik Ibrahim Malang, Lomba Fahmil Qur'an di MTsN 1 Malang, lomba pidato Bahasa arab di MAN 1 Malang, dan lomba media pembelajaran di MAN 3 Malang. dari hasil perlombaan yang masuk pada siang ini yaitu kontingen Jatim meraih satu medali emas melalui lomba media pembelajaran atas nama Sartono, guru MAN Sidoarjo yang dianggap memiliki kekhasan dan warna tersendiri dalam pengajaran. Rencana seluruh pemenang lomba dan penghargaan akan diserahkan pada penutupan acara yang akan berlangsung kamis malam.
|
|
Last Updated ( Thursday, 30 July 2009 )
|