Universitas Islam Malang (Unisma)

Universitas Islam Malang

Hello, you either have JavaScript turned off or an old version of Macromedia's Flash Player. Get the latest flash player.

 
Info PMB

  » PENGUMUMAN MABA TA. 2010/2011
  » PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PENERIMA BEASISWA I-MHERE T.2010
  » Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru 2010/2011
  » Pendidikan Masa Kini Berwawasan masa Depan
  » Selamat Datang di Kampus Hijau UNISMA
Info Karir
Agenda Kegiatan
September 2010 October 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 35 1 2 3 4
Week 36 5 6 7 8 9 10 11
Week 37 12 13 14 15 16 17 18
Week 38 19 20 21 22 23 24 25
Week 39 26 27 28 29 30
Foto Galeri
LPPM UNISMA GELAR SEMILOKA ISLAM RADIKAL PDF Print E-mail
Written by admin unisma   
Tuesday, 18 August 2009

ImageGerakan Islam radikal yang marak tumbuh saat ini menjadi keprihatinan bagi sejumlah kalangan, karena itu perlu dirumuskan model pembaharuan gerakan umat Islam yang lebih progresif dan berwawasan Islam sebagai rahmatan lil alamiin. Hal itulah yang melatarbelakangi kegiatan semiloka yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Malang (Unisma) bekerjasama dengan Puslitbang Depag RI.

Acara bertajuk ”Tumbuhnya Gerakan Islam radikal dan Dampaknya Terhadap Kerukunan Umat Beragama” tersebut digelar selama dua hari 11-12 Agustus 2009 di Hotel Sahid Montana Kota Malang. Ajang ini menjadi tempat berekspresi, dan harapannya bisa ditemukan jalan keluar dalam menghadapi gerakan Islam radikal.

Dijelaskan, gerakan Islam radikal yang memperjuangkan berdirinya negara Islam karakteristik gerakan doktrin keagamaan yang berbeda dengan gerakan Islam yang lain. Diantaranya Pertama, setiap orang yang belum menjadi bagian dari kelompok Islam underground masih dianggap hidup dalam kesesatan, mereka belum ber-Islam sebelum masuk jama’ahnya. Kedua, gerakan ini dibangun di atas landasan kerahasian. Ketiga, mengembangkan faham pengkafiran pada orang lain. Keempat, menghalalkan hak milik dan harta semua orang yang tidak dalam kelompoknya. Kelima, kewajiban bai’at. Keenam, kewajiban ketaatan mutlak kepada pemimpinnya. Ketujuh, ada dana pergerakan. Kedelapan, tidak mewajibkan sholat. Kesembilan, menghindari debat terbuka dengan ahli syari’ah.
Unisma berkeinginan untuk ikut andil dalam menyelenggarakan semiloka ini sebagai bentuk konstribusi pada masyarakat Islam dalam memahami eksistensi Islam yang sebenarnya.

Acara semiloka ini diikuti puluhan ulama dan kyai muda, serta berbagai ormas Islam di Jawa Timur. Hadir sebagai pembicara pada sesi pertama kemaren, Kapuslitbang Depag RI, Prof. H. Abdurrahman Mas’ud, MA, PhD, dan dari IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. KH. Ali Mashan Moesa, MA. Tema yang diangkat adalah mengenai liberalisme pemikiran keagamaan dalam perspektif sosiologis. Sedangkan pada hari kedua menghadirkan nara sumber Guru Besar Fakultas Agama Islam (FAI) Unisma, Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan dan Pengurus PBNU Dr. KH. Said Agil Siradj, MA.

 
< Prev   Next >
BeritaRektor: KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PTN DAN PTS TERASA KURANG ADIL
03/08/2010 | admin unisma
article thumbnai

Perhatian Pemerintah terhadap PTN dibanding PTS cenderung tidak adil, itu dulu. Namun dalam kurun waktu terakhir paradigma itu sudah tampak lebih adil antara PTS dan PTN. Dalam hal pemberian dana bantuan misalnya, pemerintah merumuskan jalur hibah kompetisi, semua PT memiliki kes [ ... ]


BeritaUNISMA BERI BEASISWA PENGHAFAL AL-QUR'AN
03/08/2010 | admin unisma
article thumbnai

Unisma Tahun ini memberi kesempatan bagi para Penghafal Al-Qur'an untuk Studi Gratis, baik calon Mahasiswa Baru atau Mahasiswa yang sudah diterima di Unisma. Beasiswa ini berlaku untuk semua Fakultas yang ada di Unisma. Jadi kalau ada yang hafidz (hafal Al-Qur'an) silakan [ ... ]


Berita
Shoutbox





Kolom Alumni





Statistik Pengunjung
mod_vvisit_counterToday102
mod_vvisit_counterYesterday413
mod_vvisit_counterThis week2557
mod_vvisit_counterThis month4776
mod_vvisit_counterAll297639