|
Universitas Islam Malang (UNISMA) pada Sabtu, 3 Oktober 2009 mengukuhkan Prof. Dr. Bashori Muchsin, M.Si. sebagai guru besar ke 10 bidang ilmu kebijakan publik dengan pidato berjudul ”Urban Regime Theory”. Menurut pria yang juga menjabat sebagai Pembantu Rektor II Unisma ini, pemilihan judul pidato ini dilatarbelakangi oleh tiaga hal; Pertama, gejala perlawanan masyarakat stren kali di wilayah perkotaan yang sepertinya tidak pernah kenal henti, Kedua, kebijakan pemerintah kota atau pemerintahan lokal yang menempatkan masyarakat stren kali sebagai korban penggususran, Ketiga, adanya urban regime theory. ”Saya akui dan yakini bahwa manfaat dari teori urban regime ini sebagai suatu pendekatan terhadap masalah perlawanan masyarakat”, ungkapnya. Dalam paparannya, pria kelahiran 17 Juli 1949 ini men\mberikan gambaran bagaimana akibatnya jika kebijakan pemerintah tidak memperhatikan kepentingan rakyatnya. Misalnya kebijakan tentang penertiban stren kali Surabaya dan Wonokromo yang mendapatkan perlawanan dari masyarakat. Urban Regime Theory bermaksud, bahwa efektifitas pengelolaan pemerintahan kota harus melakukan sinergi dengan pilar-pilar masyarakat, yang terdiri dari negara atau pemerintah, masyarakat atau society yang terdiri dari Perguruan Tinggi, LSM, dan juga Pers; serta market atau pasar sebagai kelompok bisnis. Keberhasilan guru besar Unisma ini dalam meraih gelar akademik tertinggi cukup membanggakan, mengingat background beliau yang berpendidkan Madrasah, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah , Madrasah Tsanawiyyah dan Madrasah Aliyah di Lembaga Pendidikan Al Ma’arif Singosari Malang. Dungkapkan oleh Rektor Unisma Dr. A. Moekri Prabowo, M.Agr, SC., bahwa dari 10 guru besar Unisma, tujuh diantaranya dikukuhkan melalui rapat terbuka senat Unisma sebagai guru besar murni produk internal Unisma dengan berbagai ragam disiplin ilmu. ”Hal ini menandakan bahwa Unisma telah menjadi Perguruan Tinggi yang semakin dewasa dan mampu bersaing dengan PT lain di Indonesia”, ungkap beliau. ”Semboyan untuk mewujudkan Unisma yang beranjak dari Teaching University menuju Research University dan Intrepreneur Universsity , Insyaalloh segera menjadi kenyataan; bahkan Unisma sebagai Word Class University bukan slogan semata” pungkasnya. Dalam acara pengukuhan ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. KH. Moch. Tholkhah Hasan selaku dewan pembina dan mantan menteri Agama RI pada era pemerintahan Gus Dur.
|