JADI DOKTOR TERMUDA, DOSEN FKIP RAIH PENGHARGAAN

REKTOR UNISMA MEMEBERI PENGHARGAAN KEPADA DOSEN BERPRESTASI FKIP

Surya Sari Faradiba dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma Malang tercatat sebagai doktor termuda dalam wisuda Universitas Negeri Malang periode ke 99 yang digelar 5 Oktober 2019 lalu. Di usianya yang baru menginjak 33 tahun ia berhasil menyelesaikan studi S3 Pendidikan Matematika dalam kurun waktu empat tahun.

Bukan hanya termuda, putri dari H. Arief Zainal dan Hj. Asih Yulianti itu pun lulus dengan predikat Dengan Pujian (Cum laude) karena berhasil meraih IPK 3,80. Ia mendapat beasiswa dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam program Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN).

BPPDN merupakan beasiswa yang disediakan bagi dosen tetap yang bertugas pada perguruan tinggi di bawah pembinaan Kemenristekdikti dengan masa pendidikan maksimal empat tahun yang dibimbing oleh promotor handal tanah air. Selama kuliah setidaknya, ia telah menghasilkan dua artikel terindeks Scopus.

Pertama, artikel berjudul Metacognitive therapy for mathematics disorder yang dipresentasikan pada International Conference on Mathematics and Science Education (ICMSCE) pada tahun 2018 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Kedua, artikel berjudul Looking without seeing: The role of metacognitive blindness of student with high math anxiety yang terbit pada International Journal of Cognitive Research in Science, Engineering and Education (IJCRSEE) pada tahun 2019. IJCRSEE salah satu jurnal terindeks Scopus (Q3) yang diterbitkan oleh The Association for the Development of Science, Engineering and Education, Serbia.

Atas prestasinya tersebut, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si selaku Rektor Universitas Islam Malang menyerahkan penghargaan yang bertepatan dengan wisuda Unisma periode 62 yang jatuh pada Hari Sabtu 26 Oktober 2019.

 

Share this: