LULUS 100 PERSEN FIRST TAKER FAKULTAS KEDOKTERAN UNISMA MAKIN DIPERCAYA PUBLIK

Untuk kedua kalinya di tahun 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) meraih first taker dengan kelulusan 100 persen. Informasi itu diterima Unisma dalam Forum Dekan Nasional seluruh Indonesia, beberapa hari yang lalu. Dalam forum tersebut disampaikan hasil tes Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang dilaksanakan empat kali dalam setahun empat.

Di tahun 2020 ini, FK Unisma mengikuti dua kali UKMPPD yakni periode Februari dan Agustus. Hasilnya sangat membanggakan. Dua-duanya lulus 100 persen.

Di Bulan Februari 2020 Unisma meluluskan 32 mahasiswa dan seluruhnya lulus UKMPPD. Demikian juga di Bulan Agustus ada 39 mahasiswa, semuanya juga lulus UKMPPD. Itu artinya First Taker FK Unisma 100 persen. Diraih dua kali pada tahun 2020.

Dekan Fakultas Kedokteran Unisma Rahma Triliana M.Kes mengatakan, First Taker seratus persen menjadi bukti  bahwa proses pendidikan FK Unisma semakin bagus dan terarah. Sebelumnya FK Unisma mencapai angka kelulusan 87 persen.

“Ini berkah bagi kita. Tahun ini kita tidak punya beban retaker untuk mengulang ujian kompetensi. Meskipun ada bisa dihitung dengan satu tangan saja,” katanya.

Ia menuturkan, jumlah first taker dan retaker menjadi penentu kualitas suatu fakultas.  Semakin banyak retaker, berarti kualitas proses pembelajaran masih kurang. Sehingga UKMPPD atau ujian kelulusan first taker menjadi salah satu indikator keberhasilan sebuah institusi. “Penilaian institusi dinilai dari akreditasi, UKMPPD atau first taker dan rasio dosen,” paparnya.

Dengan prestasi FK Unisma, Prof Maskuri semakin tidak segan untuk terus melakukan terobosan dan gebrakan-gebrakan baru guna peningkatan mutu pendidikan.  Menurutnya, performa Unisma dari segi penampilan fisik sudah meyakinkan. Oleh karenanya penampilan yang bagus itu perlu diimbangi dengan mutu yang juga bagus. Baik sarana prasarana, SDM dosen dan manajemen. Termasuk dari sisi konsep Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka.

FK Unisma punya cara tersendiri untuk model pendidikannya. Tidak sama dengan yang lain. Program kedokteran di Unisma mengkolaborasikan antara intelektualitas, rasionalitas, keterampilan dan spiritualitas yang tinggi.

“Ke depan peningkatan mutu akan terus menjadi target utama kami. Sehingga lulusan FK Unisma menjadi dokter-dokter muslim yang berkualitas dengan etika yang bagus,” pungkasnya.