MASJID AINUL YAQIN UNISMA LAUNCHING MADIN DAN KAJIAN KONTEMPORER

Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (Unisma) me-launching madrasah diniyah (Madin) dan kajian kontemporer. Peresmian tersebut disertai dengan santunan puluhan anak yatim, pada Jumat (22/1).

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengapresiasi dilaunchingnya madrasah diniyah dan program kajian kontemporer. Dengan dua program ini, maka Masjid Ainul Yaqin semakin yang di Unisma semakin bermakna.

“Inilah yang kami tunggu-tunggu. Karena masjid bukan hanya pusat ibadah, tapi juga pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pendidikan, pusat budaya dan peradaban,” paparnya.

Prof Maskuri mengatakan sejauh ini kegiatan ibadah, kajian pendidikan dan pemberdayaan sudah berjalan di Masjid Unisma. Tinggal dilanjutkan pada bidang budaya dan peradaban. Dan ini perlu inovasi dan pemikiran kreatif dari pengurus Takmir, santri Pondok Pesantren Ainul Yaqin dan Civitas Akademika Unisma pada umumnya.

“Masjid sebagai pusat pengembangan ummat dari bebrbagai sisi. Maka perlu adanya inovasi agar fungsi masjid bisa optimal,” katanya.

Prof Maskuri menegaskan, bahwa santri Madrasah Diniyah Masjid Ainul Yaqin yang berjumlah 28 anak merupakan generasi Islam. Di madrasah Diniyah karakter mereka ditempa dan diperkuat dengan nilai-nilai Islam rahmatan Lil Alamin. “Orang yang berilmu dan yang didasari dengan nilai-nilai Islam rahmatan Lil Alamin, sangatlah langkah. Maka perlu dilestarikan oleh Madrasah Diniyah Masjid Ainul Yaqin,” tandasnya.

Adapun program kajian kontemporer, akan dimulai Minggu depan. Materinya akan mengangkat tentang isu-isu terkini. Dari bidang apapun. Baik bidang ekonomi, sains, kedokteran, bahasa, pendidikan dan lain sebagainya dengan pematerinya ialah Dosen-dosen Unisma.

Lebih lanjut lagi, Prof Maskuri menerangkan, bahwa nantinya materi kajian kontemporer terintegrasi dengan Alquran.

Sehingga dapat memperkuat bidang keilmuan dan keimanan para civitas akademika Unisma. Segala sesuatu ada jalannya. Dan jalan menuju surga adalah ilmu. Ilmu harus di-update. Untuk meningkatkan kualitas takwa dan kualitas hidup kita,” pungkasnya.

Acara dihadiri oleh Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, Wakil Rektor III Dr. Ir. H. Badat Muwakhid, M.P, Direktur Masjid dan Pesantren Ainul Yaqin Unisma Muhammad Zainul Fadli, M.Kes, Ketua Takmir Masjid Ainul Yaqin Unisma Kukuh Santoso, M.Pd.I dan Kepala Madrasah Diniyah Masjid Ainul Yaqin Unisma Dr. H. Syaifudin M.Pd.

Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (Unisma) me-launching madrasah diniyah (Madin) dan kajian kontemporer. Peresmian tersebut disertai dengan santunan puluhan anak yatim, pada Jumat (22/1).

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengapresiasi dilaunchingnya madrasah diniyah dan program kajian kontemporer. Dengan dua program ini, maka Masjid Ainul Yaqin semakin yang di Unisma semakin bermakna.

“Inilah yang kami tunggu-tunggu. Karena masjid bukan hanya pusat ibadah, tapi juga pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pendidikan, pusat budaya dan peradaban,” paparnya.

Prof Maskuri mengatakan sejauh ini kegiatan ibadah, kajian pendidikan dan pemberdayaan sudah berjalan di Masjid Unisma. Tinggal dilanjutkan pada bidang budaya dan peradaban. Dan ini perlu inovasi dan pemikiran kreatif dari pengurus Takmir, santri Pondok Pesantren Ainul Yaqin dan Civitas Akademika Unisma pada umumnya.

“Masjid sebagai pusat pengembangan ummat dari bebrbagai sisi. Maka perlu adanya inovasi agar fungsi masjid bisa optimal,” katanya.

Prof Maskuri menegaskan, bahwa santri Madrasah Diniyah Masjid Ainul Yaqin yang berjumlah 28 anak merupakan generasi Islam. Di madrasah Diniyah karakter mereka ditempa dan diperkuat dengan nilai-nilai Islam rahmatan Lil Alamin. “Orang yang berilmu dan yang didasari dengan nilai-nilai Islam rahmatan Lil Alamin, sangatlah langkah. Maka perlu dilestarikan oleh Madrasah Diniyah Masjid Ainul Yaqin,” tandasnya.

Adapun program kajian kontemporer, akan dimulai Minggu depan. Materinya akan mengangkat tentang isu-isu terkini. Dari bidang apapun. Baik bidang ekonomi, sains, kedokteran, bahasa, pendidikan dan lain sebagainya dengan pematerinya ialah Dosen-dosen Unisma.

Lebih lanjut lagi, Prof Maskuri menerangkan, bahwa nantinya materi kajian kontemporer terintegrasi dengan Alquran.

Sehingga dapat memperkuat bidang keilmuan dan keimanan para civitas akademika Unisma. Segala sesuatu ada jalannya. Dan jalan menuju surga adalah ilmu. Ilmu harus di-update. Untuk meningkatkan kualitas takwa dan kualitas hidup kita,” pungkasnya.

Acara dihadiri oleh Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si, Wakil Rektor III Dr. Ir. H. Badat Muwakhid, M.P, Direktur Masjid dan Pesantren Ainul Yaqin Unisma Muhammad Zainul Fadli, M.Kes, Ketua Takmir Masjid Ainul Yaqin Unisma Kukuh Santoso, M.Pd.I dan Kepala Madrasah Diniyah Masjid Ainul Yaqin Unisma Dr. H. Syaifudin M.Pd.