PANEN JAGUNG HASIL KOLABORASI, UNISMA HARAP PETANI LEBIH SEJAHTERA

Kebutuhan jagung di Indonesia yang terus meningkat tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas jagung. Hal ini menyebabkan kebutuhan impor jagung dari tahun ke tahun yang semakin tinggi.

Menyikapi hal ini Universitas Islam Malang – Pemerintahan Kabupaten Malang dan MRI Shandong China melalui PT Makmur Sejahtera Nusantara menjalin kerjasama sejak Desember 2019 dan berhasil menghasilkan Varietas jagung baru yg diberi nama Inchi-10 Masari yang bisa di lihat hasilnya pada Panen Jagung Hasil Riset Kolaborasi di Singosari (15/3)

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si dalam sambutan saat panen jagung Inchi-10 Masari ( Indonesia-China 10 Unisma Singosari) menyampaikan, hasil riset ini sudah disampaikan ke masyarakat di beberapa kecamatan dan mendapatkan sambutan baik dengan hadirnya varietas baru ini.

“Masyarakat sangat antusias menyambut hadirnya varietas jagung Inchi-10 Masari. Dan berharap meningkatkan pendapatan masyarakat, ikhtiar untuk riset akan terus kita lanjutkan, bisa kita tanami bersama sama dengan pola tanam yang berbeda agar mengetahui pola tanam yang pas untuk varietas ini” ujar Rektor Unisma

Rektor Unisma pun menekankan karena ini hasil riset maka bukan hanya di lihat sekedar secara fisik tapi harus ada kajian-kajian mendalam tentang keunggulan dan perlakuannya.

“Sehingga dapat terus dikembangkan varietas-varietas jagung baru yg memiliki produktivitas tinggi dengan tingkat ketahanan terhadap serangan HPT yang rendah,  sehingga petani bisa lebih sejahtera” harapnya.

Bupati Malang, H. M. Sanusi akan mengapresiasi gagasan yang di cetus oleh Unisma. Dan berharap Unisma akan terus bisa memberikan inovasi-inovasi baru.

“Keinginan saya hasilnya nanti bisa diberdayakan dari Unisma dan masyarakat yang bisa diikut sertakan dalam riset. Saya rasa ini akan menjadi kolaborasi yang bagus dan dapat menjadi pola nasional jika dapat bersinergi kerjasama antara Perguruan Tinggi , Kementerian dan Masyarakat” ujar Bupati Malang.

Jagung hasil riset kolaborasi MRI Shandong China dan Fakultas Pertanian Unisma ini digadang-gadang memiliki varietas yang lebih unggul dari varietas lainnya. Sehingga dengan menggunakan jagung dg produktivitas tinggi bisa menekan impor jagung nasional untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak.

Dekan Fakultas Pertanian Unisma Dr. Ir. Nurhidayati, M.P menyampaikan kelebihan dari varietas hasil riset ini dari segi laju Pertumbuhan tanamannya lebih tinggi dibandingkan lokal, dengan tinggi pada akhir fase vegetatif rata-rata 2.3 meter.

“Tanaman jagung pun lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman, Ukuran bongkol lebih besar,  Biji – biji jagungnya tertata lbh rapi di bongkol jagungnya, Bobot bongkol lebih besar dari jagung lokal, Bobot biji per bongkol lebih besar. Dengan kualitas seperti itu kenaikan produktivitas jagung pipilan akan lebih tinggi dalam kisaran 50-100% dari jagung lokal” paparnya