REKTOR UNISMA : MAHASISWA HARUS PEKA BAHAYA PAPARAN RADIKALISME

Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Dr. Maskuri, M.Si menekankan bahwa mahasiswa harus peka terhadap bahaya paparan paham radikalisme. Hal tersebut disampaikan pada ribuan mahasiswa yang menghadiri seminar nasional radikalisme yang juga dihadiri Densus 88 AT Polri Dr. Hoiruddin Hasibuan,S.H, M.Hum dan Direktur Pascasarjana UIN Malang Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag, Rabu (6/11).

“Mahasiswa wajib peka dengan bahaya paparan paham radikalisme, karenanya mahasiswa harus menjadi garda terdepan untuk melindungi NKRI dari perpecahan,” ujar Rektor Unisma.

Menurutnya, mahasiswa sesungguhnya punya peran besar terkait keseimbangan bangsa dan negara. Berkaca dari masa transisi reformasi yang dimotori oleh mahasiswa, sehingga mampu menggerakkan seluruh elemen masyarakat dan menggulingkan masa pemerintahan Orde Baru. Bahkan belakangan, mahasiswa se Indonesia juga menggelar aksi serupa yang kembali bisa menggerakkan beragam elemen masyarakat.

Sementara Tim Densus 88 AT Polri Dr. Hoiruddin Hasibuan, S.H, M.Hum menjelaskan, radikalisme merupakan paham yang memperbolehkan tindak kekerasan dalam melancarkan tujuan mereka. Sedangkan terorisme merupakan bentuk wujud aksi dari paham tersebut. Menurutnya, sejauh ini sudah banyak terjadi kasus penyebaran paham radikalisme dikalangan mahasiswa. Termasuk di sejumlah kampus yang terdapat di Malang.

Sedangkan Direktur Pascasarjana UIN Malang Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag menuturkan, bahwa paham radikalisme di perguruan tinggi di Malang masih ada, terutama di Masjid-masjid  Kampus. Upaya tersebut biasanya dilakukan dengan kamuflase kajian-kajian kitab tertentu. “Saya sering bergabung dengan kajian-kajian, untuk riset saya. Jaringan-jaringan tersebut benar-benar nyata dan ada di kampus kampus kita,” paparnya.

Share this: