SELAMAT JALAN KH. BASHORI ALWI

Salah satu ulama kharismatik, ahli ilmu Al Quran yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Singosari Kabupaten Malang KH. Bashori Alwi Murtadho atau yang biasa disapa Kiai Bashori, tutup usia pada Senin (23/3/2020) pukul 15.31 WIB, pada umur 95 tahun. Beliau adalah Ulama yang ahli dalam melagukan Al-Qur’an. Sejak muda, sudah berkiprah di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Nasional sebagai Dewan Hakim.

Rektor Universitas Islam Malang (Unisma Malang), Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si pun mengungkapkan rasa bela sungkawanya, “Pimpinan dan Sivitas Akademika Unisma berduka atas berpulangnya guru kita, panutan kita, sosok Intelektual Al-Qur’an dan juga pendiri Jam’iyyatul Qurro’wal Huffadz, lembaga yang banyak melahirkan intelektual Al-Qur’an di Indonesia.” ungkap Prof. Maskuri.

Mengenal Lebih Dekat Kiai Bashori

Kiai Bashori sering dipanggil dengan sebutan Profesor Al Quran. Karena keahliannya dalam Al Quran tak hanya dikenal di dalam negeri. Tapi juga dikenal di luar negeri.

Dalam asuhan Kiai Bashori  Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Singosasi memiliki spesialisasi dan prioritas pengajaran Al-Qur’an. Hal ini juga tak lepas dari faktor demografi masyarakat Singosari yang rata-rata pesantrennya bernuansakan Al-Qur’an.

Sebagai pesantren yang lebih berkonsentrasi pada bidang Al-Qur’an, dengan metode pembelajarannya yang disebut dengan ‘Metode Jibril’, PIQ sering dijadikan objek comparative study dan penelitian oleh kalangan pesantren, universitas, dan lembaga-lembaga kajian lain.

Selain itu, KH Bashori Alwi juga menulis buku atau kitab berjudul: Kumpulan khutbah Jum’at, At-Tadlhiyah, Petunjuk singkat tentang qurban, At-Tartil Waa Al-Lahn, risalah tentang Tepat dan Salah Baca dalam Al-Qur’an, Bina Ucap (Mahraj dan Sifat Huruf), Bina Ucap (Hamzah Washol dan Hamzal Qotho’), Dzikir Ba’da Shalat Jum’at, Zakat dan Penggunaannya, Hukum Talqin dan Tahlil, Tarawih dan Dasar Hukumnya, dan beberapa kitab dan risalah lainnya yang cukup popular di kalangan pesantren dan warga NU.

Share this: