UNISMA GANDENG DUBES RI UNTUK KOLOMBIA

Universitas Islam Malang (Unisma) tidak berhenti meningkatkan kualitas perguruan tingginya demi mencapai status World Class University. Salah satu indikator yang harus dicapai adalah bentuk kerja sama. Untuk itu, Unisma berupaya menjangkau kawasan Amerika Selatan dengan membuka komunikasi ke Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kolombia Priyo Iswanto.

Dalam sambutannya, Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menargetkan perguruan tingginya mampu mencapai world class University di tahun 2027 mendatang.

“Pada 2021 kami akan membuka kelas internasional, lalu pada tahun 2023 sudah masuk entrepreneur university, kemudian kami juga bertekad mencapai status world class university di tahun 2027,” katanya mengawali acara FGD, (29/1).

Prof Maskuri berharap Unisma bisa bersaing dengan perguruan tinggi global yang lain. la mengatakan saat ini kampusnya sedang bersemangat melakukan ekspansi.Sejumlah mahasiswa luar negeri juga sudah ada yang belajar di Unisma. Ditambah pula,status Unisma saat ini, Sebagai perguruan tinggi top di Nahdlatul Ulama.

“Kami ingin memboyong semangat Islam yang moderat, toleran dan harmoni dalam mencapai perguruan tinggi berkualitas internasional”, ujarnya.

Priyo Iswanto menyambut baik tekad dari Unisma. Menurutnya, peluangnya sangat terbuka lebar karena perguruan tinggi itu punya sesuatu yang khusus dan spesifik. “Sasaran dari Unisma bisa diarahkan untuk membentuk citra universitas Islam di Indonesia untuk mata dunia,” katanya

Lebih lanjut, Priyo menyarankan Unisma untuk melakukan pemetaan keunggulan terlebih dahulu. Lewat pemetaan ini, lanjutnya kampus ini bisa disandingkan dengan perguruan tinggi di luar negeri.

“Yang penting juga adalah meningkatkan percaya diri dan tampil berani. Selama ada alasan yang dapat disampaikan dan bermanfaat, maka lakukan,” tegasnya.

Dubes kolombia ini juga menambahkan Unisma tetap harus menyelaraskannya dengan visi misi yang diusung. Dubes yang bermarkas di Bogota, Kolombia ini mengatakan pihaknya akan membantu mewujudkan keinginan tersebut. la pun cukup percaya diri kendala biaya bisa dicarikan win-win solution dengan perguruan tinggi yang ada di Kolombia.

“Saya kira banyak yang bisa dieksplorasi. Saya pikir banyak cara dan banyak juga hal yang mendukung ke arah sana,” terangnya.

Dalam kegiatan Focus Group Discussion ini Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kolombia Priyo Iswanto didampingi oleh Direktur Amerika II Darianto Harsono dan anggota Dewan Pembina Unisma Prof. Dr. H. Imam Suprayogo