UNISMA MAKIN MANTAB JADI KAMPUS RESEARCH UNIVERSITY

Berbagai prestasi membanggakan mampu diukir Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Malang (Unisma) tahun ini. Baik di bidang penelitian, pengabdian, maupun publikasi jurnal ilmiah. Di mana penelitian Unisma tahun ini masuk klaster utama dengan peringkat 68 perguruan tinggi berbasis kinerja penelitian perguruan tinggi negeri (PIN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Indonesia oleh Kemenristekdikti, kategori pengabdian meraih kategori sangat bagus (setara utama) dan publikasi jurnal ilmiah terindeks Sinta (terakreditasi Dikti), yaitu Jema FEB Unisma, JPM Unisma, dan Yurisproden.

Bahkan, semua penelitian dosen Unisma dari Kemenristekdikti tahun ini tidak perlu dilakukan monitoring dan evaluasi monev pusat. Sebab, sistem pelaporan secara online sudah valid. “Capaian ini harus kami tingkatkan lagi tahun depan. Mudah-mudahan tahun depan bisa naik lagi, masuk 50 besar nasional” kata Rektor Unisma Prof Dr H. Maskuri MSi saat acara tasyakuran LPPM Unisma Kamis petang (28/11).

Menurut Ketua LPPM Unisma, selain dana penelitian dari pusat, Unisma juga menyiapkan dana penelitian sendiri. Di mana anggaran yang disiapkan sekitar Rp 4,5 miliar dari yayasan.

Perlu diketahui, tahun ini ada sekitar 29 proposal penelitian dosen Unisma yang didanai dikti dengan nilai sekitar Rp 5,2 miliar. “Ini sebuah langkah kami untuk memantapkan Unisma sebagai research university kelas dunia. Tapi, tetap ada spirit keagamaannya,” terangnya.

Lebih lanjut, Ketua LPPM Unisma Dr. Nour Athiroh, S.Si., M.Kes menambahkan, pihaknya sudah menyusun strategi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dosen tahun depan. Di antaranya, pendampingan intensif kepada dosen, rutin melakukan sosialisasi ke fakultas dan memberikan reward bagi dosen produktif dalam penelitian. “Kami juga membuat klaster dosen untuk bisa kasih pendampingan pada dosen juniornya,” pungkasnya.

Share this: