Unisma Siapkan Lulusan Bersertifikasi Profesi

Universitas Islam Malang ( Unisma) membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah resmi mendapatkan sertifikat lisensi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ditandatangani Ketua BNSP Kunjung Masehat, SH., MH pada 1 Desember 2020 lalu.

Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri, M.Si menjelaskan bahwa sertifikasi lisensi dapat digunakan mahasiswa untuk mengambil kesempatan menyambut dunia kerja.

” Dengan adanya sertifikasi ini, menjadi terobosan baru bagi lulusan Unisma sehingga memiliki daya saing lulusan yang kuat,”terangnya.

Di era 4.0 yang saat ini sedang gencar dilakukan, Unisma tengah berusaha agar menjadi perguruan tinggi yang memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa. Sehingg mampu bersaing secara global dengan skill yang dimiliki dan telah mendapatkan sertifikat.

” Sekarang ini, mahasiswa tidak cukup hanya dengan memperoleh ijazah, harus punya skill yang telah mendapatkan lisensi resmi makanya Unisma memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berkeativitas tanpa batas,”katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor 4 Bidang Kelembagaan, Publikasi, dan Teknologi Informasi Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P menyebutkan untuk mendapatkan sertifikat lisensi dari BNSP tidak mudah.

“Prosesnya cukup lama kita ajukan Agustus 2019 lalu. Panjang sekali prosesnya. Dengan tujuan memberikan nilai tambah bagi lulusan kita,” imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa mahasiswa semester tuju yang bisa melakukan pendaftaran untuk mengikuti uji kompetensi.

” Uji kompetensi pertama akan digelar pada 24 Februari 2021 mendatang,”paparnya.

Selain itu, juga melakukan pelatihan asesor diikuti oleh 24 asesor dan semuanya lulus. Sedangkan 5 asesor yang ikut di tempat lain (luar Unisma) sehingga total asesor Unisma kini ada 29 asesor independen.

Nantinya, sertifikasi ini akan dibatasi dengan jumlah 20 sertifikasi untuk satu periode. “Tidak boleh asesor yang menjadi dosennya. Kami pastikan kami tidak ada kongkalikong. Tim asesor itu independen. Sertifikasi ini sangat administratif,” bebernya.

Sedangkan terkait dengan biaya pendaftaran khusus mahasiswa angkatan 2021 tidak akan dikenakan biaya tambahan karena telah disertakan dalam SPP terbaru. Kemudian, untuk mahasiswa selain angkatan 2021, tetap dikenakan biaya tambahan.

Namun, pihak Unisma menyediakan subsidi yang harus dibayar mahasiswa adalah Rp 450 ribu. “Kalau di luar bisa sampai Rp 1.250.000,” imbuhnya.

Direktur LSP Unisma Dr. Ir. Djuhari, M.Si menyebutkan Unisma menjadikan Lembaga Sertifikasi Profesi yang independen dan berintegritas untuk menghasilkan tenaga kerja yang unggul, terpercaya, berdaya saing global, dan berakhlak mulia yang berlandaskan ajaran Islam Ahlussunnah wal jamaah.

“Tujuan kami menghasilkan mahasiswa dengan kompetensi yang berdaya saing. Menghasilkan skema kompetensi yang relevan dan berkualitas. Menghasilkan asesor kompetensi yang kompeten dan profesional. Terselenggaranya tata kelola kelembagaan yang modern dan akuntabel,” jelasnya.