Universitas
Islam Malang

GEBYAR FKIP UNISMA: CETAK GENERASI PENDIDIK BERJIWA WIRAUSAHA

Malang – Sabtu (30/04/2016) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM-FKIP) Universitas Islam Malang (UNISMA) menghelat acara Seminar Pendidikan dan Kewirausahaan. Acara ini dilaksanakan di ruang seminar gedung Utsman Bin Affan (twin B), berlangsung dari pukul 09.00-12.00 WIB.

Dalam serangkaian acara Gebyar FKIP ke-34 ini mengangkat tema “Peran Pendidikan dalam Membangun Generasi Muda Kreatif dan Inovatif dengan Berwirausaha Guna Menjawab Tantangan Dunia” dengan menghadirkan langsung Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang sekaligus Wakil Rektor I UNISMA, dan Noor Shodiq Askandar, SE., M.M seorang wirausahawan sekaligus Wakil Rektor II UNISMA.

Dr. Hasan Busri M.Pd selaku Dekan FKIP UNISMA membuka acara dengan mengucapkan rasa syukurnya karena telah menghadirkan pemateri yang memiliki potensi di bidang masing-masing. Dimana potensi ini baru pertama kali dimanfaatkan oleh mahasiswa setelah beberapa Universitas lain baik nasional maupun internasional lebih dahulu memanfaatkannya. Dekan juga berharap acara ini dapat meningkatkan semangat mahasiswa untuk berliterasi dan berwirausaha dengan berbekal pendidikan guna menjawab tantangan global. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 150 mahasiswa yang berasal dari Universitas Islam Malang dan beberapa mahasiswa dari instansi lainnya ikut serta dalam seminar ini.

Di hadapan peserta seminar, Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D sedikit memberikan gambaran pendidikan Indonesia saat ini hingga belasan tahun mendatang dimana Indonesia berusia 100 tahun merdeka. Pendidikan sangat berperan bagi kemajuan bangsa terutama dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), sehingga dengan MEA ini bangsa Indonesia dapat berkompetisi atau berkooperasi.

Sementara, Noor Shodiq Askandar, SE., M.M mengatakan dalam menjawab tantangan dunia global dimulai dengan berwirausaha. Ia lebih membahas peluang dan tantangan memasuki MEA, dimana keberanian, keberimbangan, dan konsistensi merupakan hal yang harus diperlukan untuk menjadi wirausaha. Berwirausaha tidak harus menggunakan modal yang besar, tanpa modal pun berwirausaha bisa terlaksana.

“Saya sangat beruntung bisa hadir di acara Seminar Pendidikan dan Kewirausahaan  ini. Di sini saya mendapat banyak ilmu baru mengenai kondisi pendidikan dan perekonomian Indonesia. Saya berharap kepada mahasiswa sebagai agen perubahan dapat membawa Indonesia lebih maju lagi terutama dari segi pendidikan dan ekonomi, sehingga Indonesia mampu berkompetisi di kanca internasional,” ujar Faqih Sunni S. mahasiswa semester 4 Fakultas Hukum UNISMA. (Uni)

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn