KOTA BATU – Kondisi lingkungan sekitar yang semakin tercemar membuat semua kalangan menaruh perhatian khusus. Tak terkecuali lembaga pendidikan, misalnya Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma). Sabru (14/2) lalu, FK Unisma menggelar konferensi internasional di Dendrobum Hall Kusuma Argowisata, Kota Batu. Konferensi ini adalah buah kerja sama antara FK Unisma dengan Univrsitas Yamaguchi Jepang. Dalam acara ini hadir empat orang speakers bersal dari kalangan akademis dan praktisi beberapa Negara. Di antaranya, Tsuyoshi IMAI dai yamaguchi University Jepang, Prof Shuji Terai MD PhD dari Yamaguchi University, Wei Zhang dari Flinders University Australia, dan Fiona Young dari Australia. Selain itu, hadir juga lebih dari 100 presenter, masing-masing mempresentasikan hasil riset yanh berbeda soal penanganan polusi lingkungan.
Tak ketinggalan, Ketua Badan Penelitian dan Pengembangaan Kesehatan Departemen Kesehatan (Litbang Depkes) Republik Indonesia Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K)dan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Dr Ir Rory Alexander Sparingga MApp SC.
Ketua pelaksana dr Noer Aini mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk sharing dan mencari solusi terhadap pencegahan penyakit terutama yang di akibatkan oleh polusi di berbagai Negara. “Makanya itu, baik speakers maupun peserta yang presentasi kami hadirkan dari berbagai Negara. Agar bisa sharing permasalahan dan mencari solusinya bersama, ”jelasnya.
Ke depannya, lanjut dr Noer konferensi serupa juga bakal menjadi agenda rutinan FK Unisma. Sebab, kegiatan itu dinilaiakan memberikan solusi-solusi konkret terkait polusi lingkungan yang sudah memprihatinkan.
“Apalagi Pemkot Malang juga sedang gencar merealisasikan lingkungan sehat bebas polusi. Kami sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi juga harus ikut memberikan sumbangsih, ”ujarnya.
Sementar itu, Ketua Litbang depkes RI Prof dr Tjandra Yoga Aditama ApP (K) menuturkan, jika acara yang digelar FK Unisma ini sangat penting untuk dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Mengingat, permasalahan terkait lingkungan yang akan dihadapi di masa mendatangkan akan lebih kompleks lagi daripada sekarang. “Oleh karena itu, perencanaan solusi untuk menanggulangi permasalahan harus kita siapkan, ”papar Tjandra.
Dia juga mengapresiasi tinggi terhadap FK Unisma yang memberikan kepedulian tinggi terhadap kondisi lingkungan. Sebab, perguruan tinggi yang nantinya menghadirkan generasi penerus juga harus memiliki solusi soal permasalahan lingkungan sekitarnya. “Biar program pemerintah untuk mewujudkan lingkungan bebas polusi selalu sinkro, dengan program-program yang di gagas perguruan tinggi, ”ungkapnya.
Tak anyaitu, Tjandra juga mengapresiasi konsistensi Unisma yang sejak 2005 lalu fokus melakukan penelitian terhadap tanaman herbal yang bisa dijadikan solusi pada masalah kesehatan. “Peneitian dosen dan mahasiswa yang sudah berlangsung cukup lama itu harus terus dikembangkan. Agar kita ini memiliki banyak solusi untuk menyelesaikan masalah, ”tutupnya. Dengan begitu, sambungnya, tnaman herbal di Indonesia semakin berkembang dan bisa menjadi bahan dasar obat herbal yang aman dikonsumsi siapa pun.(tan/c2/sah)Jawa Pos.Selasa,17 Februari 2015




