
MALANG- Fakultas MIPA Unisma kembali meloloskan mahasiswanya dalam program kreatifitas mahasiswa (PKM) di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) tahun 2014.
Dekan fakultas MIPA Unisma, Ir. Tintrim Rahayu, M.Si mengatakan, ada dua kelompok dari PKM dari MIPA yang masuk dalam Pinmas. Yaitu, kelompok PKM-M dan PKM-P. Prestasi tahun ini mengalami peningkatan dari pada tahun-tahun sebelumnya.
Untuk PKM-M dengan judul “model “Edukasi penerapan ipteks dan keterampilan (Epik) ala Ramayana” (ramuan pepaya berdaya guna) sebagai Anthelmintik untuk Meminimalisasi Cacingan pada Ayam ternak (problematika usaha masyarakat ternak). Sedangkan PKM-P dengan judul “inhibisi radikal bebas oleh pegagan” (Centella Asiatica) ala “pan’s Cakes” (pegangan sebagai camilan kesehatan) melalui penurunan Malondialdehyde (MDA) untuk alternatif terapi penyakit degeneratif demensia pada mencit demensia.
Menurutnya, PKM yang dikembangkan oleh siswa ini berlandaskan kemampuan Ilmu Pengetahuan Alam (basic sains). Sehingga menimbulkan kreatifitas dan inovasi. Penguasaan basic sains sangat diperlukan karena pada dasarnya hampir – hampir semua cabang teknologi sudah atau telah melebur dengan basic sains.
Selain itu, dengan mempelajari Ilmu dasar kreatifitas untuk memperoleh ide pengembangan teknologi bisa dilakukan. Seperti mengolah beberapa jenis tumbuhan. “Basic sains ini menggali ilmu peninggalan nenek moyang. Sedangkan yang tidak menguasai ilmu teknologi yang sudah ada,” terang perempuan berkerudung itu.
Karena, nenek moyang kita ini telah memformulasikan jamu secara tradisional, bahannya pun dari tumbuh-tumbuhan yang jarang digunakan.
Beliau menjelaskan, bahwa kegiatan PKM ini tidak hanya mengajarkan mahasiswa dalam menggali menumbuhkan kreativitas. Namun, juga hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Seperti penelitian tentang berbagai macam ramuan dari papaya, uji laboratoium menunjukkan bahwa biji papaya dapat membunuh cacing parasit dalam tubuh ayam. Sehingga saat turun ke masyarakat peternak ayam, hasil penelitian ii di sambut baik.
Sama halnya dengan penelitian camilan bernuansa herbal dengan mencampurkan pegagan (tanam menjalar). Padahal, tanaman tersebut diremehkan namun juga memiliki khasiat luar biasa. Pegagan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan kognitif otak .
Penelitian ini, terinspirasi dari banyaknya remaja yang pikun diusia dini. “Kami menanamkan bagi para mahasiswa tidak hanya bisa tembus sampai Pinmas, namun juga dapat berguna.
Rencananya, hasil penemuan ini akan dipatenkan dan nanti dapat digunakan oleh masyarakat. “Penelitian ini akan kami kembangkan terus menerus. Intinya basic sains yang akan kami kembangkan,”pungkasnya.




