Universitas
Islam Malang

Universitas
Islam Malang

KUNCI HADAPI PERSAINGAN MEA DAN GLOBALISASI: PROFESIONALISME GURU

Malang. Senin (31/08), Prof.KH. M.Tholchah Hasan, ketua Dewan Pembina Universitas Islam Malang (Unisma) menyatakan guru adalah pendidik profesional yang mengajar sekaligus membimbing siswa. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional “Profesionalisme Guru Alumni Program Peningkatan Kualifikasi Guru (Peluang dan Tantangan”, di ruang sidang Rektorat Unisma. Pendidikan sebagai bentuk pelayanan masyarakat harus memperhatikan  empat  prinsip, lanjut beliau, empat prinsip tersebut adalah Prinsip Dinamik, Prinsip Relevan, Prinsip Profesional, dan Prinsip Kompetitif.

Perubahan yang sekarang terjadi saat ini adalah masyarakat semakin kritis, fakta globalisasi dan terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka pendidikan dan profesionalitas guru harus mampu menjawab tantangan tersebut. Derasnya arus informasi yang sulit dibendung akan berpengaruh pada sikap dan perilaku sosial, pun masuknya arus investasi dari negara negara ASEAN. “Barang apa saja dan profesi apa saja bisa masuk ke Indonesia, termasuk profesi guru,” tambah beliau. Maka profesionalitas guru adalah keniscayaan.

Dr.H.Mas’ud Zein M.Pd, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, menyatakan bahwa saat ini guru wajib memiliki empat kompetensi yakni kompetensi personal, sosial, Kepemimpinan (leadership) dan spiritual. Profil guru ke depan juga harus menguasai bidang ilmu Sosiologi dan Filsafat, agar dapat lebih memahami anak didiknya. Kompetensi Spiritual diperlukan agar guru dapat menjadi teladan sekaligus orang tua bagi anak didiknya. Lebih jauh beliau menggarisbawahi untuk bisa menjadi guru yang dapat menjadi teladan bagi siswanya, maka guru tersebut harus mampu menjadi teladan bagi dirinya sendiri.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si menandaskan bahwa acara ini dihelat untuk dapat memberi informasi dan pengetahuan tambahan bagi guru, khususnya guru alumni program peningkatan kualifikasi guru, agar segera terpacu meningkatkan kualitas diri sebagai seorang pendidik yang profesional. “Guru berperan penting membentuk karakter anak bangsa,” cetus beliau. KH. Tholchah Hasan memberi contoh di Sekolah Sabillillah, guru wajib hadir 10 menit sebelum siswa datang. Guru juga sudah harus hadir di hadapan siswa sebelum sesi bordoa dimulai di kelas. “Keteladanan ini penting, karena akan membekas dan selanjutnya membentuk karakter baik bagi siswa,” pungkas beliau.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn