Universitas
Islam Malang

Universitas
Islam Malang

MENRISTEK DIKTI RESMIKAN GEDUNG BUNDAR UNISMA

MALANG – Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri M.Si menargetkan pada 2017 nanti Unisma bisa menembus peringkat 25 besar perguruan tinggi di Indonesia. Saat ini posisi Unisma dalam pemeringkatan, berada di urutan ke-42 dari 3320 perguruan tinggi. “Target kami di tahun 2017, naik menjadi 25 besar, ujar Maskuri ketika mendampingi Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti), Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. dalam acara sarasehan di Unisma, kemarin. Menanggapi semangat tersebut, Menristek Dikti  mendukung apapun upaya Unisma untuk dapat memenuhi target naik ke peringkat 25 besar se Indonesia. “Bahkan kalau perlu 20 besar, lalu naik lagi menjadi 10 besar, ucapnya penuh semangat. Agar dapat memenuhi cita-cita tersebut,  memberikan beberapa tips. Menurutnya, era yang sedang dijalani saat ini masuk dalam era kompetisi. “Hal pertama yang harus ditanamkan betul kepada semua sivitas akademik adalah daya saing yang harus ditingkatkan, keinginan untuk lebih baik harus tertanam kuat, baik di hati teman-teman dosen dan mahasiswa, ucapnya. Selain hadir untuk menjadi pembicara seminar, Menristek Dikti juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Bundar Al-Asyari Unisma. Saat diberi kesempatan meletakkan batu pertama, Menristek Dikti  secara lantang berucap. “Semoga selesainya cuman satu tahun, pekiknya langsung diamini oleh pihak Unisma.

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengatakan, bangunan dengan wujud melingkar itu nantinya dapat digunakan sebagai gedung serba guna. “Bisa menampung sampai 10 ribu orang,”. sejauh ini, Unisma belum memiliki gedung dengan kapasitas yang mumpuni untuk berbagai kegiatan besar, seperti gelaran wisuda dan ceremonial penerimaan mahasiswa baru. Terkait pembangunan gedung tersebut, Maskuri merasa sudah saatnya Unisma mulai membangun gedung serbaguna. Pasalnya, sampai saat ini, mahasiswa Unisma berjumlah mencapai 12 ribu orang. “Jadi kami rasa, sudah saatnya kami membangun fasilitas baru untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam berkegiatan. Maskuri menyebutkan, bangunan tersebut berdiri diatas tanah dengan luas 9.200 meter persegi, dengan rincinan 4.500 meter untuk gedung utama dengan tiga lantai dan 4.700 meter untuk luasan gedung serba guna. Selain dihadiri langsung oleh Menristek-Dikti, peletakan batu pertama juga dihadiri para dewan yayasan Unisma beserta jajarannya. Terhitung sebanyak 9 kyai besar mendoakan pembangunan gedung tersebut, agar proses pengerjaan berlangsung lancar dan barokah.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn