MALANG. Sabtu, 13/02/2016, Fakultas Teknik (FT) Universitas Islam Malang menggelar acara kuliah tamu (guest lecture) bersama Guru besar dari Universitas Yamaguchi, Jepang. Selama dua jam lebih, Prof. Tsuyoshi Imai menjelaskan mengenai pemaparannya terkait isu lingkungan terkini yakni energi terbarukan melalui produksi bio hydrogen yang diolah dari Palm Oil Mill Effluent (POME). POME adalah limbah cair pabrik minyak sawit.
Penelitian yang dilakukannya bersama rekan sejawat yang lain tersebut mengolah limbah cair pabrik minyak sawit menjadi bio hidrogen. Menurut guru besar yang murah senyum tersebut, pabrik sawit banyak ditemui di Indonesia dan ia berharap limbah yang dihasilkan dari pabrik sawit dapat menjadi energi alternatif baru. Penelitian tersebut beranjak dari pemikiran bahwa lingkungan dan energi berkelanjutan merupakan isu yang kritis untuk dikelola oleh Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Tujuan dari penelitian tersebut adalah pemanfaatan bioteknologi untuk konservasi lingkungan serta untuk menghasilkan energi yang ramah lingkungan (clean energy). Energi yang ramah lingkungan diantaranya adalah biogas (metan dan hidrogen) serta etanol.
150 Peserta yang memadati ruang sidang gedung Twin B lantai 7 nampak antusias saat moderator diskusi membuka sesi tanya jawab. Dengan ramah Prof. Imai meladeni pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan menjelaskan dengan tuntas. Tak segan ia bertanya apakah para peserta kuliah tamu internasional tersebut mengerti dengan penjelasan yang disampaikannya dalam Bahasa Inggris tersebut. Peserta kuliah tamu internasional tersebut tidak saja berasal dari Unisma, tetapi juga kampus-kampus lain di Malang seperti Universitas Negeri Malang (UM) serta Universitas Brawijaya (UB).
Dekan Fakultas Teknik, Ir. Hj. Unung Lesmanah, MT, menyatakan bahwa kegiatan kuliah tamu dengan menghadirkan narasumber dari luar negeri ini akan rutin diadakan oleh FT Unisma untuk memberi ruang bagi mahasiswa dan dosen FT memperoleh informasi terbaru terkait penelitian terkini. “Kami juga mendorong mahasiswa dan dosen melakukan penelitian yang tengah menjadi trend atau kecenderungan global.” Imbuhnya. Senada dengan itu, Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, M.Si menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi dari nota kesepahaman yang sudah ditandatangani Antara Unisma dengan Universitas Yamaguchi. “Kami juga mendorong civitas akademika FT untuk melakukan riset internasional yang berkolaborasi dengan para peneliti di Universitas Yamaguchi.” Saat ini Unisma tengah memacu mahasiswa dan dosen untuk aktif melakukan riset, menulis di jurnal terakreditasi baik nasional maupun internasional. “Ini bukti keseriusan kami untuk mempertanggungjawabkan peringkat 42 dari 3320 Perguruan Tinggi se Indonesia yang kami terima dari Dikti, akhir tahun lalu.” Tukasnya. (AA)




