Universitas
Islam Malang

Universitas
Islam Malang

Semakin Berkibar Berkat Sinergi Yayasan Dan Rektorat

Malang – kian hari, perkembangan Universitas Islam Malang (Unisma) semakin pesat. Penambahan program studi, sarana dan fasilitas belajar, infrastruktur serta pelayanan di Kampus Multikultural ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kesanggupan Unisma untuk bertahan sebagai kampus unggul di tengah pesatnya persaingan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Malang, nyatanya tidak luput dari solidnya hubungan antara pihak yayasan dan rektorat.

“Kita sering menjumpai kasus di luar, perbedaan pandangan antara pihak rektorat dengan pihak yayasan yang bahkan seringkali mengarah pada perpecahan. Di Unisma, kita senantiasa menjaga agar hal ini tidak sampai terjadi,” tutur Sekertaris Yayasan, Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd, Ph. D.

Menurut Junaidi, yayasan dan rektorat selalu duduk bersama untuk membijaki usulan-usulan rektor. Selanjutnya, yayasan selalu memback up semua program rektorat yang berkaitan dengan institusi Unisma. Secara rutin, rapat koordinasi dilaksanakan setiap tiga bulan sekali, selain rapat-rapat lain untuk mengkaji program-program insidentil, baik atas inisiatif yayasan yang melibatkan rektorat, maupun sebaliknya.

Beberapa program rektorat yang di back up penuh oleh yayasan, di antaranya ialah penambahan tenaga dosen untuk peningkatan akreditasi. “Sesuai peraturan Dikti, setiap prodi harus memiliki setidaknya enam dosen untuk mendapat akreditasi minimum. Sedangkan bagi Unisma yang selalu ingin meningkatkan akreditasi hingga ke nilai A, tentu kami butuh jumlah dosen lebih dari itu,” ujar pria ramah tersebut.

Selain penambahan tenaga dosen, tenaga penunjang juga menjadi program rektorat yang mendapat respon positif dari yayasan. Menurut keterangan Junaidi, tak lama lagi Unisma akan melakukan rekruitmen untuk 20 tenaga penunjang untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan Unisma di Tahun 2014.

Selain pengembangan kampus, yayasan juga member otoritas kepada rektorat untuk mengelola Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma. Tujuannya, tutur Junaidi, ialah agar mempermudah rector untuk mensinergikan antara RSI Unisma dengan Fakultas Kedokteran Unisma. “Jika ada rintisan kerjasama yang terkait pengembangan, Direktur RSI Unisma berkoordinasi dengan rector. Namun, beberapa hal yang berkenaan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengelolaan keuangan, tetap berada di bawah kendali yayasan,” terang Junaidi.

Dengan otoritas tersebut, lanjut Junaidi, RSI Unisma tidak kehilangan pamor, dan semakin dikenal masyarakat sebagai rumah sakit pendidikan dengan fasilitas yang modern dan 16 layanan yang sudah terakreditasi.

Senada dengan Junaidi, Ketua Umum Yayasan Unisma, Prof. Dr. H. Achmad Sodiki, SH, juga menuturkan, pihak yayasan selalu memback up program rektorat selama hal itu masih sesuai dengan tata kelola serta visi dan misi Unisma. “Kami berharap, koordinasi antara yayasan dan rektorat yang selama in sudah terjalin dengan baik, akan terus dan semakin baik lagi,” tandas Sodiki.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn