Universitas
Islam Malang

Universitas
Islam Malang

SEMILOKA MODEL PEMBELAJARAN AGAMA ANTIRADIKALISME DAN TERORISME

MALANG, UNISMA. Dalam rangka mewujudkan gerakan kebangkitan Islam, Universitas Islam Malang (Unisma) mengadakan semiloka pada Jumat (13/11/15) di Ruang Sidang I, gedung B lantai 7. Semiloka dengan tema “Model Pembelajaran Agama untuk Menjawab Perkembangan Terorisme atau Radikalisme di Kalangan Anak Usia Dini dan Remaja” tersebut berlangsung selama dua hari (13-14/11/15) dengan peserta guru agama Islam dari Kota Malang dan Batu. Semiloka dengan peserta 150 guru agama tersebut diharapkan mampu menjadi bekal dalam pendidikan anak. Hal ini dibenarkan Ketua pelaksana semiloka, Dr. Abdul Wahid, SH., MA., “Tujuan semiloka adalah membekali guru, khususnya dalam mengantarkan pembelajaran agama yang menarik agar siswa jauh dari paham radikalisme dan tidak terseret terorisme.”

Acara dimulai pukul 08.00 WIB. Dalam sambutannya sekaligus pembuka, Rektor Unisma, Prof. Dr. Maskuri, M.Si, menyampaikan beberapa informasi tentang nilai-nilai Islam yang diterapkan di Unisma. Salah satunya adalah pembacaan shalawat Nuril Anwar setiap kegiatan. “Shalawat Nuril Anwar sebagai penyejuk hati dan agar mahasiswa dikawal malaikat. Juga sebagai benteng spiritualitas mahasiswa Unisma”. Tutur Rektor Unisma. Rektor juga menegaskan bahwa semiloka tersebut sebagai bentuk gerakan kebangkitan Islam “Gerakan kebangkitan Islam, kita mulai dari Unisma. Jadi, jangan kapok-kapok diundang Unisma”. Tutur Maskuri kepada narasumber.

Banyak narasumber yang dihadirkan dalam workshop tersebut. Prof, H. Abd. Rahman Mas’ud, Ph. D., dengan materi “Islam, Radikalisme, dan Terorisme”, Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan dengan materi “Pluralisme Pembelajaran Keaswajaan dalam Kaitannya dengan Radikalisme dan Terorisme Anak-anak Usia Dini”, Prof. Dr. Dra. Hj. Istibsjaroh, B.A., S.H., M.A., dengan materi “Penelusuran Akar Kriminogen Radikalisme dan Terorisme Anak-anak Usia Dini dan Model Rekutmen Kader Radikalisme di Indonesia”, dan Prof. Dr. Maskuri, M. Si., dengan materi “Model-model pembelajaran Keberagaman Inklusif”.

Acara berlangsung mulai pukul 08.00 sampai 17.30 WIB untuk hari Jumat. Sedang hari Sabtu, pukul 08.00 sampai 16.15 WIB dengan tiga narasumber: Dr. Abdul Wahid, MA., Dr. Lutfi Hamid, MA., dan Dr. KH. Hasyim Muzadi. (Oed/Ana).

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn