Universitas
Islam Malang

Universitas
Islam Malang

UNISMA BUKA JURUSAN LANGKA

MALANG– Tahun 2014-2015 tampaknya akan menjadi kado istimewa bagi lulusan madrasah aliyah (MA). Pasalnya, mereka akan segera dapat melanjutkan kejenjang berikutnya dengan masuk ke Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA). Selanjutnya, mereka yang lulus nanti bisa menjadi Guru Raudhatul Athfal  (sekolah tingkat taman kanak-kanak).

Dikatakan kado istimewa, karena saat ini kebutuhan guru Raudhatul Athfal (RA)  sangat diperlukan karena jumlahnya sangat langka, Sehingga Kementrian Agama akan segera membangun ribuan RA secara nasional.

Untuk memenuhi kebutuhan guru RA tersebut, Universitas Islam Malang (UNISMA) menambah satu jurusan yang baru melalui tahun ini, yakni Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) untuk jenjang Sarjana.

Hal tersebut diungkapkan oleh pembantu Rektor III, Unisma, Prof Dr H Masykuri Bakri yang dikonfrim masih lewat kabag Humas Unisma, Pardiman, SE, MM yang mengatakan bahwa jurusan PGRA ini baru resmi di buka pada awal juli, sesuai dengan keputusan Kementrian Agama (Kemenag) RI No. 3656 tahun 2014.

“Karena turunnya surat keputusan ini masih baru, maka para calon mahasiswa yang ingin mendaftar  hanya bisa melalui seleksi gelombang ketiga yang berlangsung mulai 23 juli hingga 13 September mendatang Pendaftaran sebetulnya sudah mulai awal hari ini, yang masih masuk gelombang kedua. Tetapi, batasnya hingga 22 juli,” kata Masykuri.

Guru Besar Pendidikan Agama Islam Unisma ini lebih lanjut  mengatakan bahwa Unisma hanya membuka dua kelas, atau menerima hanya 60 mahasiswa  saja untuk jurusan PGRA. “ Jurusan ini setara dengan Pendidikan anak Usia dini (PAUD).  Jumlah ini disesuaikan dengan kuota awal yang telah ditentukan oleh kemenag,” tandasanya.

Masih menurut Masykuri,  saat ii di Unisma masih ada 20 jurusan untuk jenjang sarjana (termauk PGRA dan Kedokteran), dan tujuh jurusan untuk jenjang magister.

Rencananya, Unisma juga akan membuka empat jurusan baru, yakni program magister untuk jurusan peternakan dan Matematika, serta program sarjana untuk jurusan ilmu komunikasi dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Saat ini empat jurusan baru ini tengah dalam proses di Kementrian dan Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemendikbud.

“Hasilnya masih belum kami ketahui, namun harapanya keempatjurusan baru ini bisa dibuka ditahun depan,” jelas Masykuri.

LULUSAN PGRA MASIH LANGKA

Perlu diketahui bahwa Jurusan Pendidikan  Guru Raudhatul Athfal (PGRA) untuk jenjang sarjana masih terdengar asing ditelinga masyarakat Jawa Timur, sebab perguruan tinggi yang membuka jurusan ini tidak banyak.

Dari catatan Duta, jurusan ini diantaranya di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA), Sumenap, Madura, Institut, Agama Islam Negeri (IAIN) Tulunggagun, dan kini di Universitas Islam Malang (Unisma.

“Jurusan ini memang langka, padahal kebutuhannya di Jawa Timur sangat besar,” kata pembantu Rektor III, Unisma, Prof. Dr.H Masykuri Bakri pada wartawan sabtu (19/07).

Kendati demikian, alasan Unisma berani membuka jurusan langka ini tidak hanya kebutuhan pasar  terhadap sarjana PGRA  yang besar, tetapi juga karena lahirnya keputusan RA yang mulai dilegalisasi oleh kementrian Agama setahun lalu.

“Saat ini pendidikan setara PAUD (Pendidikan  Anak Usia Dini) sudah legal, atau sudah diformalkan. Artinya, kedepan ada banyak sekali RA yang akan dibangun pemerinta,” kata Masykuri.

“Soal kesejatraan guru-gurunya kini juga semakin meningkat, apalagi ditambah dengan sertifikasi guru, yang mereka (Guru PGRA) juga bisa mendapatkan,” lanjutnya.

Walau demikian, Masykuri mengakui bahwa persaingan lulusan PGRA di dunia kerja juga ketat. Karena itu Unisma memberikan cirri khas pada seluruh mahasiswa dengan menekankan pada pembangkitan pembelajaran siswa.

“Gairah Pembelajaran anak-anak ini melibatkan berbagai lintas ilmu, karena ini akan menjadi kunci mereka,” jelas Masykuri.

UNISMA SUDAH SIAP

Unisma sendiri, lanjut Masykuri sudah siap menjalankan program studi yang resmi dibuka mulai awal juli ini. Seluruh gedung, tempat pembelajaran, materi dan para pengajarannya juga sudah siap, bahkan Unisma juga akan mendatangkan para pengajar dari UM untuk menambah wawasan mahasiswanya.

Meski mendapat amanatv dari keluarga santri lulusan madrasah aliyah yang berminat menjadi guru RA ratusan hingga ribuan, namun Unisma hanya membuka dua kelas, atau penerimaan 60 mahasiswa saja untuk jurusan PGRA. Jumlah ini disesuaikan dengan kuota awal yang telah ditentukan oleh kemenag berdasarkan surat keputusan yang terbit pada awal 7 juli 2014.

Alasan yang mendasar karena turunya surat keputusan ini masih baru, maka para calon mahasiswa yang ingin mendaftar hanya bisa seleksi digelombang ketiga yang berlangsung mulai 23 juli hingga 13 September mendatang.

“Pendaftaran sebetulnya sudah mulai hari ini, yang masih masuk gelombang kedua. Tetapi batasannya hingga 22juli,” katanya optimis. Dod/adv

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn