Universitas
Islam Malang

Universitas
Islam Malang

Unisma Kembali Masuk 10 Besar Kampus Unggulan

Universitas Islam Malang (Unisma) kembali masuk 10 besar kampus unggulan dari 384 perguruan tinggi Kopertis Wilayah 7 pada 2015 ini. Sekarang Unisma menduduki peringkat ke 7, naik jika dibandingkan tahun lalu (2014) berada diurutan ke 8.

Rektor Unisma, Prof. DR. H. Maskuri, M.Si menyatakan terpilih kembali Unisma masuk 10 besar kampus unggulan tak lepas dari penyelenggaraan pendidikan di Unisma. Sistem pendidikan di Unisma terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kedisiplinan mahasiswa dan dosen juga masuk  penilaian.

Tak hanya itu, pengembangan riset di Unisma juga semakin maju. Sistem menajemen kampus juga semakin tertata dan mengedepankan kedisiplinan. ”Secara Institusi, Unisma termasuk kampus akreditasi B Tetapi, di beberapa program studi ada juga yang akreditasi A,” kata Masykuri, Jum’at (12/6).

Dikatakannya perbandingan dosen dan mahasiswa di  Unisma juga sesuai dengan ketentuan. Untuk bidang ilmu social, rasionalisasi dosen dan mahasiswa, 1 banding 45. Ilmu eksak rasionalisasi dosen dan mahasiswa, 1 banding 40, Ilmu kedokteran 1 banding 40, dan ilmu profesi 1 banding 5.

Unisma sendiri memiliki 10 fakultas dengan jumlah prodi ada 20 prodi. Program S2 di Unisma ada 7 dan program S3 ada 1. Rata-rata per tahun, Unisma mampu menyerap sekitar 2.500 mahasiswa .”Kalau jumlah total mahasiswa mencapai 10.000 mahasiswa. Mahasiswa berasal dari 33 provinsi di Indonesia dan beberapa lagi dari luar negeri. Mahasiswa luar negeri berasal dari Somalia, Thailand, Malaysia dan Amerika,” ujarnya.

Ia menargetkan pada tahun 2016 Unisma harus berhasil menduduki posisi 3 sampai 5 sebagai kampus unggulan di Kopertis Wilayah 7. Menurutnya saat ini, Unisma tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi mengembangkan menjadi Catur Dharma.

Selain berfungsi sebagai pendidikan, penelitihan dan pengabdian kepada masyarakat, Unisma juga menerapkan pendidikan karakter ke NU-an. Pendidikan karakter ke NU-an ini akan menjadi identitas sebagai mahasiswa Unisma. ” Sekarang kami juga mengembangkan tiga Rusunawa untuk mahasiswa kapasitas 1.200 orang dan Pondok Pesantren,”katanya.

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn