Universitas
Islam Malang

Universitas
Islam Malang

UNISMA PIMPIN APAISI

Pembantu Rektor III Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M.Si terpilih sebagai  ketua Asosiasi Pascasarjana Pendidikan Islam Swasta se-Indonesia (APAISI). Selain itu ketua Dewan Pembina Prof. Dr. KH. Tholhah Hasan sebagai Ketua Dewan Pembina.

Agenda pemilihan pengurus tersebut digelar dalam silaturahim dan pembentukan APAISI yang dilaksanakan Sabtu-Minggu (30-31/8) di Hotel Atria Malang. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 32 Pascasarjana se Indonesia dari 50 program pascasarjana yang ada di Indonesia.

“Keberadaan APAISI ini sangatlah penting, selain dapat menjalin kerjasama juga dapat satu suara dalam menentukan kebijakan dalam program pascasarjana kedepannya,“ungkap Masykuri.

Sekaligus, lanjutnya, mengacu pada UU pendidikan tinggi, kurikulum pascasarjana yang merumuskan adalah konsorsium pascasarjana kedepannya. Disisi lain melakukan suatu percepatan pascasarjana, sehingga mudah merumuskan dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Ditambah, asosiasi ini dapat saling membantu antar sesama.

“Misalnya, program pascasarjana A membutuhkan SDM atau dosen, nanti bisa dibantu oleh pascasarjana B untuk melakukan pembinaan dan diperbantukan di pascasarjana A,”urainnya ramah.

Dalam waktu dekat, tambah dia, juga akan segera menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk memantapkan visi misi serta AD/RT asosiasi pascasarjana ini. Dalam pertemuan kemarin, juga disepakati ada 4 divisi dalam asosiasi, pertama, divisi manajemen organisasi, kedua, penelitian dan pengembangan, ketiga, divisi kerjasama dan publikasi, serta keempat, divisi advokasi dan perlindungan hukum.

Sementara itu Sekjen Kementerian Agama merangkap Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Prof. Dr. Nursyam, M.Si, berbicara dalam pertemuan tersebut mengungkap tahun 2015 Kementrian Agama (Kemenag) akan memberikan beasiswa kepada para dosen, untuk mengikuti program beasiswa S3. Baik itu di dalam negeri maupun luar negeri. Kesempatan tersebut bisa diperoleh semua dosen di Perguruan Tinggi Islam.

Selain itu, Nursyam juga menyampaikan bahwa 80 persen anggaran Kemenag dari APBN, akan dialokasikan kepada sektor pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, Prof.Dr. KH. Tholhah Hasan juga didapuk menjadi pembicara. Mantan menteri Agama di era Presiden Abdurrahman Wahid ini mengungkapkan bahwa 2015 dengan diberlakukannya Asean Economic Community (AEC), nantinya ada beberapa hal yang perlu disiapkan oleh pascasarjana. Diantaranya, membekali lulusan untuk memiliki kompetensi, menciptakan lulusan yang memiliki  daya saing, serta mampu berkompetisi dan kreatif.

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn