Kali Pertama Vaksinasi untuk Difabel di Jawa Timur

Universitas Islam Malang (Unisma) menjadi kampus yang pertama, melaksanakan vaksinasi bagi difabel, dengan menggunakan vaksin Sinopharm. Juga pemberian vaksinasi ketiga bagi SDM Kesehatan, dengan vaksin Moderna.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, secara langsung meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi difabel ini, di kampus Unisma, Senin (2/8). Diungkapkannya, vaksin Sinopharm sendiri, baru sampai ke Jatim Rabu lalu.

“Unisma ini yang pertama penggunaan sinopharm bagi difabel. Ini pecah telur. Dan pertama kali digunakan untuk nakes vaksin moderna ini vaksin ketiga bagi nakes. Pecah telurnya ya di Unisma,” ungkap Khofifah.

Sedangkan vaksin Moderna, didedikasikan kepada para Tenaga Kesehatan. Merupakan vaksin ketiga atau booster ketiga bagi SDM Kesehatan. Vaksin moderna ini, kata Khofifah, harus menggunakan pakta integritas. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Unisma, bersama Pemkot Malang, memberikan vaksinasi untuk masyarakat umum. Hari ini untuk difabel, dan SDM Kesehatan,” imbuhnya.

Disebutkannya, vaksin Moderna termasuk dalam vaksin limited edition. Dimana penerimanya juga harus sesuai dengan klasifikasi yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan RI. “Saya sampaikan terima kasih. Partnership seperti ini, Insya Allah akan memberikan percepatan layanan vaksinasi dari berbagai segmen, bagi berbagai elemen,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unisma, Prof. Maskuri mengungkapkan, vaksinasi yang digelar Unisma selama dua hari ini, menyasar 3000 orang. Dimana mereka terdiri dari keluarga besar Unisma dan juga masyarakat sekitar kampus. “Alhamdulillah terselesaikan dengan baik, termasuk juga dengan mahasiswa Unisma, alumni Unisma, Tokoh Tokoh. Alhamdulillah setelah kita himpun, ada 3000 yang selebihnya warga sekitar,” tuturnya.

Gubernur Khofifah sendiri meminta, agar vaksinasi dimaksimalkan, untuk segera menciptakan herd immunity, atau sebanyak 70% masyarakat Jatim tervaksinasi.