MALANG– Komunikasi dan koordinasi yang erat antar Program Pasca Sarjana (PPS) swasta se-indonesia sangat penting untuk pengembangan penyelenggaraan pendidikan . Hal ini disadari oleh PPS Pendidikan Islam Universitas Islam Malang (PPS PI Unisma). Untuk itu pada pertemuan antar pemimpin PPS di bawah kementrian agama (Kemenag) Mei lalu di Bogor , PPS PI Unisma memprakarsai kerjasama antar PPS PI Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAIS) se-Indonesia.
“kesepakatannya baru dua bulan lalu, dimana PPSPI di unisma ditunjuk sebagai coordinator. Bentuk kerjasama belum kita rumuskan, tapi yang jelas kita akan sering berkomunikasi untuk pengembangan PPS di institusi masing-masing,” ujar ketua prodi PPSPI, ilias tohari kepada Malang Post.
IIysa menjanjikan setelah Hari Raya Idul Fitri ia akan menghadirkan seluruh pimpinan PPS di bawah Kemenag se- Indonesia, termasuk di indonesia timur yang selama ini belum banyak berhubungan dengan Unisma. Total ada sekitar 40-50 perguruan tinggi yang menurut IIyas akan bergabung untuk saling sharing terkait perkembangan penyelenggaraan pendidikan ke depan. Meliputi peningkatan mutu proses akademik, target lulusan, kemitraan yang lebih luas, dan sebagainya.
“Sebelum kerjasama antara PPS Kemenag PTAIS ini, setiap PPS berjalan sendiri-sendiri. sering sekali, sebab masing-masing dari kami memiliki program unggulan yang pontesial dan berharga untuk di bagikan kepada PPS di institusi lain,” jelas IIyas.
Berdasarkan rencana IIyas merupakan kerjasama tersebut adalah pertemuan rutin tahunan, untuk saling mengisi dan menyelesaikan kendala yang dialami anggota. Dengan begitu, tidak akan lagi ada PPS Kemenag di PTAIS yang ketinggalan informasi penting, Misalnya terkait pengemasan kurikulum, beasiswa, Hiba, dan sebagainya. Tujuanya, untuk kemajuan masing-masing institusi.
“Pertemuan ini akan kami adakan secara bergiliran agar setiap PPS mendapat kesempatan menjadi tuan rumah. Bentuknya bias berupa workshop, pameran, seminar, maupun sekedar silahturahmi,” lanjutnya.
Dari internal PPSPI Unisma sendiri, IIyas mengaku optimis bahwa dengan program kerjasama tersebut, akan semakin memperkaya wacanan peningkatan mutu pendidikan. Terutama, ujarnya, terkait prioritas lulusan yang semakin membaik.
“Kami berharap tujuan kami untuk melahirkan guru professional yang bisa mengelolah pembelajar di lembaga masing-masing, dapat tercapai,” pungkasnya.




