MALANG- Rektor Unima, Prof Dr.Maskuri M.Si menegaskan, sebagai seorang akademis, mahasiswa diharapakan tidak hanya mampu membuat karya ilmiah yang bagus, namun juga mampu memaparkan materi dan mempresentasikannya dengan baik. Dengan pencapaian yang ada saat ini, menurutnya nasih perlu di tingkatkan lagi.
“Kami sudak menyiapakan banyak program untuk membawa Unisma lebih berkembang lagi termasuk menjalin kerjasam dengan perguruan tinggi luar negeri, ”ungkap Masykuri.
Ia merinci, Unisma sudah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Australia, Singapura, Malaysia, China dan Thailand. Kerjasama ini yang akan terus dikembangkan dalam rangka menggenjot iklim Internasional di dalam kampus.
Sebagai institusi akademik, Unisma terus menggenjopt gelora penelitian untuk menghasilkan karya ilmiah yang mampu berkontribusi pada bidang keilmuan di Indonesia. Salah satu upayanya adalah dengan menggelar seminar nasinal dan workshop penulisan karya ilmiah berbasis penelitian dengan pemateri yang merupakan lulusan Universitas Adelaid Australia, Handoyo Puji Widodo, Ph.D seperti yang di gelar beberapa waktu lalu.
Ditemui selepas acara, Handoyo mengaku bahwa vara meneliti yang baik adalah dengan berproses.
“Meneliti itu harus melalui proses. Prose untuk terlebih dulu menyukai membaca, menganalisis, meneliti dan menulis. Jika prosesnya berjalan dengan benar, maka penelitiannya juga akan benar, “ terangnya.
Ia menambahakan, agar hasil penelitian bias baik, seorang peneliti harus mengetahui teknik membaca, mengetahui sumber yang terpecaya, mengakses informasi yang benar, dan mengevaluasi informasi. Menurutnya ini sangat penting untuk menghindari adanya penelitian yang “abal-abal”.
Dalam seminarnya, ia mencoba menganalisis abstrak dari salah seorang mahasiswa. Kemudian mendiskusikannya dengan para audiens. Menurutnya, kenanyakan peneliti di Indonesia cenderung menulis “ngawang” dan kurang spesifik.
Acara yang di adakan oleh program studi magister pendidikan bahasa Inggris Unisma ini, digelar untuk melatih mahasiswa dan dosen penelitian. Hasil penelitian itu pun harus dipublikasikan.(mg6/adv/oci) MALANG POST-SENIN, 19 JANUARI 2015




