MALANG– Program Pascasarjana Universitas Islam Malang(UNISMA) Malag menggelar sarasehan bertajuk Optimilisasi Program Keunggulan Aswaja Guna Memantapkan Karakter Kelulusan Mahasiswa Pascasarjana Unisma, Selasa (20/1/14). Kegiatan ini diikuti dosen mata kuliah agama. Hadir sebagai pembicara utama adalah Prof Dr KH M Thohlah Hasan yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Unisma Malang.
Dalam paparan Thohlah Mengungkapkan Lulusan Unisma tak cukup hanya dibekali dengan ijazah saja. Aswaja Annahliyah adalah salah satu cirri pembeda lulusankampus dibawah Perguruan Tinggi NU dengan yang lainnnya.
“Perlu adanya pembeda yang mencirikan lulusan Unisma dengan yang lain, yag dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, punya ilmu yang baik dengan kedalaman agama dan diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari, ” ungkapnya.
Menurutnya lulusan Unisma tidak cukup hanya memiliki kompetensi akademik yang bagus, tetapi yang lebih penting adalah kompetensi spiritual dengan mengaktualisasikan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari. Unisma harus bisa melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, produktif, yan berkarakter professional, punya jiwa social tinggi, kemampuan kepemimpinan dan spiritualitas yang tinggi. Cirri ini yang akan menjadikan alumni selalu ditunggu kehadirannya, Unisma dapat terus berkembang karena karena kepecayaan masyarakat meningkat.
Mantan Rektor Unisma ini juga mengungkap bagaimana harapan yang diusung para pendiri. Keprihatinan social dan teologis karena masa itu ada pemisahan tegas antara dunia pesantren dan pendidikan. Bahkan ia mengumpamakan seorang insinyur yang dianggap tidak bisa menjadi imam sholat Jum’at atau seorang ulama yang dianggap tidak pantas menduduki jabatan direktur.
“Cita-cita kita pada waktu itu adalah ingin memiliki kadar ulama yang intelek dan intelek ulama, melahirkan kiai yang tidak hanya pintar do’a saja, ”tegasnya.
Hal senada diungkapkan Rektor Unisma Prof Dr Masykuri M.Si. Menurutnya Unisma me,iliki tekad kuat membumikan Aswaja di Unisma. Bahkan saat ini, Rektor akan menyiapkan regulasi sehingga gema sholawat terdengar dari seluruh penjuru Unisma setiap harinya. Di awal kuliah, mahasiswa akan diajak bersolawat sebelum memulai kuliah.
“Melalui gema solawat di kampus ini maka diharapkan spiritualisme mahasiswa akan selalu tajam dan bagus, ”tegasnma ya.
Terpisah Direktur Pascasarjana Unis Prof Dr Bashori Muchsin M.Si menjelaskan, kegiatan sarasehan ini digelar untuk mengaplikasikan program unggulan Ahlussunnah wal jamaah. Konsep ini adalah melaksanakan perintah nabi dalam hadistnya yang berisi pada saatnya nanti umat akan dibagi menjadi 73 kelompok dan yang selamat itu adalah Ahlussunnah wal Jamaah.
“Yang dimaksud kelompok tersebut adalah rang yang mengikuti sunah nabi dan amaliahnya serta apa yan dicontohkan sahabatnya,”kata Bashori.
Karena itulah, lanjutnya sebagai implementasinya maka dibutuhkan aplikasi program khususmelalui mata kuliah. Program ini disebut unggulan karena menurutnya akan sangat berkontribusi membantu pemerintah dalam memperbaiki karakter bangsa melalui pendidikan yang disebut dengan Ahkussunnah wal Jamaah.
Realisasi yang bisa dilakukan di tiap program studi, lamjutnya harus bisa menyandingkan teori Aswaja itu dengan mata kuliah masing-masing. Dan yang juga penting menurutnya adalah implementasi paham keagamaan yang tepat dalam rangka menangani maraknya Islam garis keras.
“Pendidikan harus punya kotribusi bagaimana upaya penyelesaian dan mengenalkan pemahaman agama sesuai sabda Nabi, Tandasnya.”




