Universitas
Islam Malang

Unisma Bekali PMI Taiwan Hadapi Tantangan Geopolitik Global 2026

 

Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat internasional melalui kegiatan edukatif yang menyasar Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan. Kegiatan bertema “Navigasi Aman Menghadapi Badai Geopolitik 2026” ini diselenggarakan di PCI NU Pingtung pada Minggu, 29 Maret 2026.

 

Prof. Novi Arfarita sebagai pembicara utama meenuturkan perkembangan situasi geopolitik global terkini serta potensi dampaknya terhadap kehidupan PMI di Taiwan. Kegiatan ini diikuti oleh para PMI serta pelajar yang berada di wilayah Pingtung.

 

Prof. Novi menjelaskan bahwa meningkatnya tensi geopolitik dunia pada tahun 2026 dapat berdampak pada berbagai aspek, mulai dari stabilitas ekonomi, keamanan kawasan, hingga mobilitas tenaga kerja lintas negara. Serta pentingnya kesiapan mental, pengelolaan keuangan, serta akses terhadap informasi yang akurat bagi para PMI.

 

“Kondisi global memang tidak dapat dihindari, namun kita dapat mengantisipasinya dengan persiapan yang matang. PMI perlu memiliki pemahaman dasar tentang geopolitik agar mampu membaca situasi dan menentukan langkah yang tepat,” ungkapnya dalam sesi diskusi.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat internasional yang dilakukan Prof. Novi dalam rangka kunjungan kolaborasi riset bersama National Pingtung University of Science and Technology. Di sela agenda akademik tersebut, prof novi juga meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan komunitas diaspora Indonesia, khususnya PMI, sebagai bentuk kontribusi nyata di luar dunia kampus.

 

Ketua PCI NU Pingtung turut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Unisma. Pihaknya menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, mengingat banyak PMI yang membutuhkan pemahaman lebih luas mengenai situasi global yang dapat memengaruhi pekerjaan dan kehidupan mereka di luar negeri.

 

Selain membahas isu geopolitik, Prof. Novi juga memberikan sejumlah rekomendasi praktis bagi PMI, seperti memperkuat jaringan komunitas, meningkatkan literasi keuangan, serta aktif mengikuti informasi resmi dari pemerintah Indonesia maupun otoritas setempat di Taiwan.

 

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Mereka merasa memperoleh wawasan baru yang jarang dibahas dalam forum komunitas PMI sebelumnya. Sesi diskusi yang berlangsung interaktif juga menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan kekhawatiran serta bertanya langsung terkait kondisi kerja dan keamanan di tengah ketidakpastian global.

 

Melalui kegiatan ini, Universitas Islam Malang tidak hanya menjalankan fungsi akademiknya, tetapi juga memperluas kontribusi sosial di tingkat internasional. Program pengabdian lintas negara ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat, termasuk diaspora Indonesia, dalam menghadapi dinamika global.

 

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai langkah berkelanjutan untuk memperkuat hubungan antara institusi pendidikan Indonesia dan komunitas internasional, sekaligus mendukung kesejahteraan PMI di luar negeri.

 

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn