[:id]
Tim Peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (UNISMA) memberikan model pendampingan bisnis integrative berkelanjutan pada pelaku bisnis ekonomi kreatif. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para pelaku ekonomi kreatif atau UMKM di masa pandemi.
Menurut Jeni Susyanti SE MM BKP, Ketua Tim peneliti sekaligus pendampingan pelaku ekonomi kreatif, mayoritas UMKM memainkan peran krusial dalam perekonomian Indonesia. Mereka diharapkan menjadi tulang punggung pendapatan pemerintah melalui pajak dan retribusi daerah. Sayangnya, peningkatan jumlah pengusaha UMKM tidak mempengaruhi kontribusi perpajakan.
“Kami berpendapat permasalahan tersebut karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman perpajakan pemilik UMKM menjadi masalah dalam memenuhi kewajiban perpajakan,” ungkap Jeni Susyanti.
Lebih lanjut, menurut dosen FEB ini, penelitian dan pendampingan menerapkan model integrasi berkelanjutan mengacu pada model triple helix, quadruple helix dan pentahelix. Itu, kata dia, dapat diaplikasikan dalam model pendampingan bagi pengelolaan bisnis ekonomi kreatif secara integratif berkelanjutan, yakni bangunan ekonomi kreatif yang dipayungi oleh interaksi Intellectuals, Business, Government, Community, Public service broadcasting and Social Media dan Lingkungan alam, yang berkaitan erat dengan sumber daya.
“Keseluruhan helix tersebut saling berintegrasi dan berinteraksi secara terus menerus, yang pada ujungnya akan mempengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak,” urai Jeni.
Dengan demikian, ia menjelaskan, dari pendapatan pajak tersebut, muaranya pada peningkatan pendapatan negara Indonesia yang digunakan untuk kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
Program pendampingan ini merupakan Penelitian Hibah Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional pembiayaan TA 2020. Dengan anggota tim yang terdiri dari Noor Shodiq Askandar, SE, MM dan Siti Aminah Anwar, SE, MM.
Tim penelitian dan pendampingan ini bekerja sama dengan tim mitra P2KIB-BPU Unisma, pelaku ekonomi kreatif Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Kediri dan Kabupaten Kediri yang bergerak di subsektor kuliner dan fashion.[:en]
The research team from the Faculty of Economics and Business (FEB), Unisma, provides a sustainable integrative business assistance model for creative economy business people. This activity aims to increase the income of creative economy players or MSMEs during a pandemic.
According to Jeni Susyanti SE MM BKP, head of the research team as well as assistant of creative economy players, the majority of MSMEs play a crucial role in the Indonesian economy. They are expected to become the backbone of government revenue through local taxes and levies. Unfortunately, the increase in the number of MSME entrepreneurs does not affect taxation contributions.
“We are of the opinion that the problem is due to the lack of knowledge and understanding of the taxation of MSME owners, which is a problem in fulfilling tax obligations,” said Jeni Susyanti.
This FEB lecturer further said that research and mentoring to implement a sustainable integration model refers to the triple helix, quadruple helix and pentahelix models. That can be applied in a mentoring model for the management of creative economy businesses in an integrated, sustainable way by building a creative economy that involves the interaction of intellectuals, businesses, government, community, public service broadcasting and social media and the natural environment which is closely related to resources.
“The entire helix integrates and interacts continuously, which in turn will affect taxpayer compliance in paying taxes,” explained Jeni.
Thus, she explained that from the tax revenue, it will lead to an increase in Indonesian state income which is used for the prosperity of all Indonesian people.
This mentoring program is a research grant from the Ministry of Research and Technology / National Research and Innovation Agency for year 2020. The team members are Noor Shodiq Askandar, SE, MM and Siti Aminah Anwar, SE, MM.
This research and mentoring team collaborates with the P2KIB-BPU (Business Center) Unisma partner team, creative economy players in Malang City, Malang regency, Batu city, Kediri city and Kediri regency that are engaged in the culinary and fashion sub-sectors.[:]



