[:id]
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pusat Studi Jawa Timur di Gedung Bundar Universitas Islam Malang (13/11). Peresmian ini dihadiri kepala daerah se-MalangRaya serta Dubes RI untuk Nigeria Dr. H. Usra Hendra Harahap, M.Si
Pusat Studi ini digagas oleh Unisma, bermula dari pemikiran mengenai pentingnya menumbuhkan kajian strategis, penelitian dan jati diri Jawa Timur sebagai the imagined community. Pusat Studi ini nantinya akan menjadi wadah pemikiran dan forum diskusi pemikiran strategis yang berfokus pada Jawa Timur.
“Kini setelah Jawa Timur baru saja memperingati HUT ke -75, Menuju Indonesia Emas, kita perlu kajian mendalam bidang Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang akan dibutuhkan oleh generasi mendatang dan Jawa Timur ke depan” ujar Khofifah.
Khofifah juga berharap agar Pusat Studi ini terhubung dengan Dinas Kominfo Jatim, Bappeda Provinsi serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menyediakan layanan informasi digital tentang perencanaan dan progress pembangunan di Jawa Timur.
Kalau Unisma punya jargon Dari NU Untuk Indonesia dan Peradaban Dunia maka sangat perlu melakukan kajian strategis sekaligus menghidupkan Al Kullyatul Khams ini. Nilai nilai itu ialah khifdud diin (melindungi agama) ; khifdun nafs (melindungi jiwa); khifdul maal (melindungi harta); ( khifdul irdhi wan nasl ( melindungi martabat dan keturunan) serta khifdul aql ( melindungi hak berpendapat). Kalau nilai nilai itu bisa dirumuskan kembali dalam dinamika multi kultur tentu bisa membangkitkan kembali kejayaan peradaban bangsa Indonesia dan propinsi Jawa Timur .
Sementara itu Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si dalam sambutannya menyampaikan banyak terimakasih kepada ibu Gubernur Jawa Timur yang bersedia hadir dan memberikan arahan terkait gagasan Unisma bersama dengan OPD untuk mendirikan Pusat Studi Jawa Timur di Universitas Islam Malang.
“mudah-mudahan pusat studi jawa timur di Universitas Islam malang akan memberikan arti penting untuk pembangunan di jawa timur” ujar Rektor Unisma.


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pusat Studi Jawa Timur di Gedung Bundar Universitas Islam Malang (13/11). Peresmian ini dihadiri kepala daerah se-MalangRaya serta Dubes RI untuk Nigeria Dr. H. Usra Hendra Harahap, M.Si
Pusat Studi ini digagas oleh Unisma, bermula dari pemikiran mengenai pentingnya menumbuhkan kajian strategis, penelitian dan jati diri Jawa Timur sebagai the imagined community. Pusat Studi ini nantinya akan menjadi wadah pemikiran dan forum diskusi pemikiran strategis yang berfokus pada Jawa Timur.
“Kini setelah Jawa Timur baru saja memperingati HUT ke -75, Menuju Indonesia Emas, kita perlu kajian mendalam bidang Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang akan dibutuhkan oleh generasi mendatang dan Jawa Timur ke depan” ujar Khofifah.
Khofifah juga berharap agar Pusat Studi ini terhubung dengan Dinas Kominfo Jatim, Bappeda Provinsi serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menyediakan layanan informasi digital tentang perencanaan dan progress pembangunan di Jawa Timur.
Kalau Unisma punya jargon Dari NU Untuk Indonesia dan Peradaban Dunia maka sangat perlu melakukan kajian strategis sekaligus menghidupkan Al Kullyatul Khams ini. Nilai nilai itu ialah khifdud diin (melindungi agama) ; khifdun nafs (melindungi jiwa); khifdul maal (melindungi harta); ( khifdul irdhi wan nasl ( melindungi martabat dan keturunan) serta khifdul aql ( melindungi hak berpendapat). Kalau nilai nilai itu bisa dirumuskan kembali dalam dinamika multi kultur tentu bisa membangkitkan kembali kejayaan peradaban bangsa Indonesia dan propinsi Jawa Timur .
Sementara itu Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si dalam sambutannya menyampaikan banyak terimakasih kepada ibu Gubernur Jawa Timur yang bersedia hadir dan memberikan arahan terkait gagasan Unisma bersama dengan OPD untuk mendirikan Pusat Studi Jawa Timur di Universitas Islam Malang.
“mudah-mudahan pusat studi jawa timur di Universitas Islam malang akan memberikan arti penting untuk pembangunan di jawa timur” ujar Rektor Unisma.
[:en]
The East Java governor, Khofifah Indar Parawansa, inaugurated the East Java Study Center at the University of Islam Malang at Gedung Bundar (round shaped building) (13/11). The inauguration was attended by regional heads throughout Malang and the Indonesian Ambassador to Nigeria, Dr. H. Usra Hendra Harahap, M.Si
This Study Center was initiated by Unisma, starting from the idea of the importance of fostering strategic studies, research and East Java’s identity as the imagined community. This Study Center will later become a forum for thinking and discussing strategic thinking that focuses on East Java.
“Now that East Java has just celebrated its 75th anniversary, towards a golden Indonesia, we need an in-depth study for improving the quality of human resources that will be needed by future generations and East Java in the future,” said Khofifah.
Khofifah also hopes that this Study Center will be connected with the East Java Communication and Information Agency, the provincial Regional Development Planning Board (BAPPEDA), library and archives which provide digital information services about development planning and progress in East Java.
If Unisma has the jargon From NU for Indonesia and World Civilization, it is very necessary to conduct a strategic study as well as to revive Al Kullyatul Khams. These values are khifdud inen (protecting religion); khifdun nafs (protecting the life); khifdul maal (protecting property); khifdul irdhi wan nasl (protecting dignity and descent) and khifdul aql (protecting the right to opinion). If these values can be reformulated in multi-cultural dynamics, it can certainly revive the glory of the civilization of the Indonesian people and the province of East Java.
Meanwhile, the rector of Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si in his speech expressed his gratitude to the Governor of East Java who was willing to attend and provide directions regarding the idea of Unisma in collaboration with Village Apparatus Organizations (Organisasi Perangkat Desa) to establish an East Java Study Center at the University of Islam Malang.
“Hopefully the East Java Study Center at University of Islam Malang will give an important meaning for development in East Java” said the rector of Unisma.
[:]



