Universitas
Islam Malang

Unisma dan KONEKSI Australia Terapkan Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal di Lombok Utara

 

LOMBOK UTARA – Tim peneliti Universitas Islam Malang (Unisma) melalui program hibah riset Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia (KONEKSI) resmi memulai uji coba Modul Ajar Tematik Terpadu berbasis kearifan lokal Lumbung Commoning di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

 

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/8) ini menyasar sejumlah Sekolah Dasar (SD) di KLU sebagai langkah merekonstruksi pendidikan karakter yang berakar pada budaya lokal Sasak.

 

Ketua Tim Peneliti KONEKSI Unisma, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd., menjelaskan bahwa tahap uji coba (Fase 3) ini merupakan fase krusial karena mengimplementasikan modul secara langsung di kelas. Modul ini disusun melalui proses co-design yang melibatkan pemangku adat, tokoh masyarakat, aktivis perempuan, hingga kelompok disabilitas guna memastikan prinsip inklusivitas (GEDSI).

 

“Implementasi di kelas tinggi (kelas 4, 5, dan 6) cenderung berjalan lancar. Namun, untuk kelas rendah (kelas 1, 2, dan 3), diperlukan penyesuaian strategi agar nilai-nilai lokal Sasak terinternalisasi tanpa mengabaikan kemampuan literasi dasar siswa,” ujar Wakil Rektor 3 Unisma.

 

Pelaksanaan Uji Coba di Sekolah

Uji coba dilakukan di beberapa sekolah mitra. Di SDN Mumbulsari 2, guru model Candra Putri Ningsih menerapkan modul kelas 2 bertajuk “Suaraku Tentang Kebun” dengan pendampingan dosen Unisma, Ari Ambarwati. Murid diajak memahami konsep filosofis lokal seperti Roah (syukuran kolektif) dan fungsi Berugaq sebagai ruang diskusi publik.

 

“Penggunaan bahasa daerah sangat membantu memperjelas konsep lokal bagi siswa. Ke depan, saya akan memperbanyak proporsi bahasa daerah dalam praktik Mewaran (mendongeng), mengingat sebagian murid masih butuh bantuan dalam kelancaran membaca,” ungkap Candra.

 

Sementara itu, di SDN Anyar 2, uji coba kelas 1 didampingi oleh dosen Unisma, Durrotun Nasihah. Guru model Emi Fujiwati menerapkan metode Project-Based Learning (PBL) berbasis bermain sambil belajar untuk memperkuat pemahaman jati diri murid sejak dini.

 

Respon Positif Kepala Sekolah

Dukungan penuh disampaikan oleh pihak sekolah. Kepala SDN Mumbulsari 2, Sirajudin, dan Kepala SDN Anyar 2, Made Suwandi, menyatakan optimisme mereka terhadap keberlanjutan program ini selama satu semester ke depan.

 

“Budaya adalah bagian dari pembelajaran karakter yang tidak boleh ditinggalkan. Uji coba ini membantu kami memetakan hal-hal yang perlu diperbaiki sekaligus memperkuat praktik baik yang sudah ada,” tegas Made Suwandi.

 

Proyek riset yang didanai oleh Pemerintah Australia ini diharapkan mampu menjadi model transformasi pendidikan dasar yang adil, inklusif, dan mengembalikan kedaulatan berpikir berbasis budaya lokal di Nusa Tenggara Barat.

 

Share:

Facebook
Twitter
Pinterest
LinkedIn