Fakultas Kedokteran Unisma, Tiga Kali Lulus 100 Persen UKMPPD

Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang (FK Unisma) kembali meluluskan seratus persen mahasiswanya di Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Ini sudah pencapaian ketiga kalinya secara berturut-turut sejak Agustus 2020, FK Unisma hampir seratus persen semuanya first taker.

Dengan keberhasilan hebat ini FK Unisma saat ini berada di rangking kedua dari seluruh Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia. “Sebenarnya kelulusan first taker kami seratus persen, berhubung satu orang mengundurkan diri (bukan tidak lulus) jadi terhitung 98,6 persen,” ucap Dekan FK Unisma,  dr. Rahma Triliana, M.Kes, Ph.D.

First taker sendiri merupakan status yang diberikan kepada mahasiswa yang lulus ujian profesi langsung mengikuti UKMPPD, dan langsung lulus. Kalau belum lulus dan mengikuti ujian untuk kedua  kalinya dinamakan retaker.

Lulus dengan status first taker memberikan banyak keuntungan besar bagi mahasiswa. Diantaranya menjadi penentu untuk bisa mengambil pendidikan spesialis. Dan keberhasilan menjadi first taker tentu lebih diminati di dunia kerja. “Jadi manfaatnya sangat besar untuk pendidikan lanjut. Dan sangat menguntungkan di dunia kerja,” terangnya.

Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si turut memberikan apresiasi terhadap pencapaian Fakultas Kedokteran yang telah mengantarkan mahasiswanya lulus seratus persen UKMPPD. Menurutnya, keberhasilan dalam mencetak dokter-dokter hebat yang profesional, kompeten, beriman dan berakhlakul karimah merupakan  kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa. “Kami bangga pada fakultas kedokteran Unisma, yang mampu menorehkan prestasi mengagumkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rektor Unisma Prof Maskuri mengungkapkan, dokter lulusan FK Unisma berbeda dari yang lain. Mereka tidak hanya dibekali kompetensi di bidang keilmuannya, tetapi juga punya nilai keislaman yang kuat. Karena mahasiswa FK Unisma diwajibkan tinggal di pesantren selama satu tahun atau dua semester.

Di pesantren itu, mahasiswa kedokteran mendapat kajian-kajian keislaman. Terutama tentang akhlak dan etika dokter muslim. Terkait akhlak atau adab mereka menghadapi dan mengobati pasien. “Nilai tambah lainnya adalah mereka wajib hafal Alquran minimal dua juz. Inilah yang menjadi poin keunggulan kami sehingga FK Unisma semakin kredibel dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya.