PERINGATI MAULID NABI, UNISMA HADIRKAN GUS MIFTAH

Dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H. Universitas Islam Malang menghadirkan tokoh muda, Kyai milenial KH. Miftah Maulana Habiburrahman atau yang lebih akrab disapa Gus Miftah.

Kehadiran Gus Miftah ini diharapkan oleh Rektor Universitas Islam Malang dapat memberikan inspirasi baru terutama dalam pemahaman serta pengamalan pada ajaran agama Islam

“Nabi Muhammad SAW ialah role model, modelnya para model sang pemberi suri tauladan yang baik bagi kita semua. Begitu istimewanya seluruh ajaran rasulullah di tuangkan ke dalam al-quran” kata Rektor Unisma.

Sungguh pada diri rasulullah adalah menjadi teladan yang baik bagi kita semua. Bagaimana rasulullah mengkonstruksi tentang teori teori islam, rasulullah mengajarkan bagaimana toleransi terhadap budaya juga peradaban, cara meletakkan dasar-dasar syariat mualamat.

“saat ini banyak paham yang masuk ke Indonesia, sekitar 400 paham mengalir masuk ke Indonesia seluruh masyarakat perlu waspada dan mencermati. Untuk itu Unisma menegaskan bahwa peran mahasiswa hari ini sangat di perlukan, guna mengawal dan menangguli radikalisme” tambah Rektor Unisma

Lebih lanjut, Rektor Unisma pun menambahkan menjadi tugas kita bersama, sehingga nanti akan tercipta Indonesia damai, toleran, harmoni. Indonesia.

Gus Miftah dalam pengajiannya pun mengajak seluruh dosen, karyawan, dan mahasiswa niversitas Islam Malang untuk mencintai Nabi Muhammad tanpa alasan (red: dalil).

“Kalau Mencintaimu saja tidak perlu alasan , masak mencintai Nabi dengan peringatan Maulidan harus ada dalil” pesan itu disampaikan Gus Miftah, saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad di auditorium Prof. Dr. KH. Muhammad Tholhah Hasan Unisma dengan tema spirit Maulid Nabi Muhammad SAW menebar cinta menjalin ukhuwah.

Pengajian tersebut semakin semarak dengan lantunan sholawat dengan lagu kekinian modifikasi Gus Miftah yang berisi nasehat nasehat untuk 5000 hadirin yang terdiri dari dosen, karyawan, mahasiswa serta masyarakat umum yang hadir. Diantara lagu yang digunakan adalah lagu mundur alon-alon, lagu ditinggal rabi, dan lain sebagainya. Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji tersebut menutup pengajian dengan pembacaan sholawat dan doa. (zi)

 

Share this: