UNISMA BUKA JEJARING KERJASAMA DENGAN NEW ZEALAND

Duta Besar Republik Indonesia untuk New Zealand Tantowi Yahya memberikan informasi penting akan peluang mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) untuk studi lanjut di New Zealand. Hal itu ia kemukanan dalam webinar internasional yang digelar Unisma dengan duta besar, Kamis (17/12).

Tantowi mengatakan peluang sekolah ke New Zealand bisa dilakukan dengan dua jalur. Yaitu jalur dari pemerintah Indonesia dan jalur pemerintah New Zealand sendiri. “New Zealand sangat baik hati. Banyak sekali memberikan beasiswa kepada putra putri Indonesia, khususnya pada bidang-bidang tertentu,” katanya.

Program beasiswa dari New Zealand tersebut merupakan implikasi dari program diplomasi pendidikan. Yang berarti suatu kesepakatan kerja sama yang menggunakan skill diplomasi dalam rangka meningkatkan kerjasama efektif di berbagai sektor. Tujuannya untuk mencari jalan keluar terhadap tantangan pendidikan dan meningkatkan agenda terkait pendidikan.

Tantowi menerangkan, Pemerintah New Zealand juga menyediakan program Scholarships untuk pendidikan yang bersifat training. Seperti english language training for official dan indonesia young leaders programme. “Ini juga aktif diberikan pada Indonesia dengan peminat yang terus bertambah dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Webinar Internasional Unisma bersama duta besar dilaksanakan secara virtual dengan platform zoom meeting dan streaming youtube Humas Unisma official.

Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri, M.Si yang saat itu perjalanan ke Jakarta sempat menyapa Dubes Tantowi Yahya melalui zoom. Ia menyampaikan apresiasi kepada Tantowi yang berkenan mengisi webinar di tengah tugas dan kesibukannya sebagai dubes.

“Tentu banyak sekali pengalaman luar biasa Pak Dubes di Selandia Baru. Kami menyampaikan terima kasih atas sumbangan pemikirannya terkait good practice perguruan tinggi internasional,” ucap Prof Maskuri.

Unisma sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia, yang memiliki 15 ribu mahasiswa dan 500 lebih dosen punya kesempatan untuk belajar lebih banyak pendidikan di New Zealand. Demikian juga perguruan tinggi di New Zealand punya kesempatan untuk belajar banyak tentang budaya dan sistem pendidikan di Unisma.

Wakil Rektor 1 Unisma Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Junaidi, M.Pd mengatakan, international webinar sebagai upaya menata dan menapaki jalan menuju misi Unisma menjadi World Class University. Untuk itu kerja sama internasional dibangun. “Melalui program Kantor Urusan Internasional Unisma, kami merintis jalan tersebut untuk menjadi top global university,” ujarnya.

Prof Junaidi berharap dengan mengundang para dubes RI di berbagai negara, Unisma dapat membangun jejaring yang lebih luas di dunia internasional.

“Harapan kami para dubes RI dapat memberikan sumbangsih ilmu dan pemikiran dari pengalaman yang mereka dapatkan,” harapnya.

Duta Besar Republik Indonesia untuk New Zealand Tantowi Yahya memberikan informasi penting akan peluang mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) untuk studi lanjut di New Zealand. Hal itu ia kemukanan dalam webinar internasional yang digelar Unisma dengan duta besar, Kamis (17/12).

Tantowi mengatakan peluang sekolah ke New Zealand bisa dilakukan dengan dua jalur. Yaitu jalur dari pemerintah Indonesia dan jalur pemerintah New Zealand sendiri. “New Zealand sangat baik hati. Banyak sekali memberikan beasiswa kepada putra putri Indonesia, khususnya pada bidang-bidang tertentu,” katanya.

Program beasiswa dari New Zealand tersebut merupakan implikasi dari program diplomasi pendidikan. Yang berarti suatu kesepakatan kerja sama yang menggunakan skill diplomasi dalam rangka meningkatkan kerjasama efektif di berbagai sektor. Tujuannya untuk mencari jalan keluar terhadap tantangan pendidikan dan meningkatkan agenda terkait pendidikan.

Tantowi menerangkan, Pemerintah New Zealand juga menyediakan program Scholarships untuk pendidikan yang bersifat training. Seperti english language training for official dan indonesia young leaders programme. “Ini juga aktif diberikan pada Indonesia dengan peminat yang terus bertambah dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Webinar Internasional Unisma bersama duta besar dilaksanakan secara virtual dengan platform zoom meeting dan streaming youtube Humas Unisma official.

Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri, M.Si yang saat itu perjalanan ke Jakarta sempat menyapa Dubes Tantowi Yahya melalui zoom. Ia menyampaikan apresiasi kepada Tantowi yang berkenan mengisi webinar di tengah tugas dan kesibukannya sebagai dubes.

“Tentu banyak sekali pengalaman luar biasa Pak Dubes di Selandia Baru. Kami menyampaikan terima kasih atas sumbangan pemikirannya terkait good practice perguruan tinggi internasional,” ucap Prof Maskuri.

Unisma sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia, yang memiliki 15 ribu mahasiswa dan 500 lebih dosen punya kesempatan untuk belajar lebih banyak pendidikan di New Zealand. Demikian juga perguruan tinggi di New Zealand punya kesempatan untuk belajar banyak tentang budaya dan sistem pendidikan di Unisma.

Wakil Rektor 1 Unisma Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Junaidi, M.Pd mengatakan, international webinar sebagai upaya menata dan menapaki jalan menuju misi Unisma menjadi World Class University. Untuk itu kerja sama internasional dibangun. “Melalui program Kantor Urusan Internasional Unisma, kami merintis jalan tersebut untuk menjadi top global university,” ujarnya.

Prof Junaidi berharap dengan mengundang para dubes RI di berbagai negara, Unisma dapat membangun jejaring yang lebih luas di dunia internasional.

“Harapan kami para dubes RI dapat memberikan sumbangsih ilmu dan pemikiran dari pengalaman yang mereka dapatkan,” harapnya.