
MALANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ajang refleksi sekaligus pijakan strategis bagi Universitas Islam Malang (Unisma). Memaknai kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, Unisma berkomitmen mengonversi semangat perjuangan pahlawan menjadi energi baru untuk memperkuat kontribusi nasional serta mengakselerasi langkah menuju World Class University.
Pesan mendalam tersebut disampaikan langsung oleh Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., saat bertindak sebagai pembina upacara bendera memperingati HUT RI di halaman kampus Unisma, Malang.
Dalam amanatnya, Prof. Junaidi menekankan pentingnya meneladani pengorbanan para pendahulu bangsa yang telah mempertaruhkan jiwa, raga, dan harta demi kemerdekaan. Menurutnya, cara terbaik bagi insan akademik untuk menghargai jasa para pahlawan adalah melalui pengabdian nyata di bidang pendidikan.
“Semangat para pendahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan harus kita jadikan pemantik bagi Unisma untuk terbang melesat mencapai cita-cita besar sebagai World Class University,” ujar Prof. Junaidi.
Penguatan Tri Dharma dan Internasionalisasi Kampus
Guna merealisasikan visi global tersebut, Unisma memfokuskan strategi pada beberapa prioritas utama. Pertama, efektivitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat akan terus ditingkatkan melalui kerja keras, profesionalisme, serta kedisiplinan seluruh sivitas akademika.
Kedua, Penguatan program internasionalisasi. Unisma terus mendorong peningkatan prestasi mahasiswa di ajang nasional maupun internasional, memperluas jumlah mahasiswa asing melalui program beasiswa strategis termasuk dukungan pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina serta memicu peningkatan akreditasi program studi ke predikat ‘Unggul’.
Langkah-langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan reputasi dan pemeringkatan kampus di tingkat global, tetapi juga untuk memperluas kemanfaatan pendidikan Indonesia di panggung dunia.



