MALANG. Di tengah hedonisme yang merajalela, tidak sedikit generasi muda yang semakin jauh dari Al-Quran. Fakuktas MIPA Biologi Universitas Islam Malang (Unisma) tidak kehabisan akal untuk mendekatkan mahasiswanya dalam mentadabburi al-quran. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan mengembangkan Kebun Al-Quran atau yang dikenal dengan sebutan `Kebun Axilar`.
Dinamakan kebun Al-Quran karena tanaman-tanaman yang dikembangkan adalah tanaman yang telah disebutkan dalam Al-Quran. Seperti tanaman tin dan zaitun (Olea europeae) telah disebutkan dalam QS. At-Tin (95): 1, An-Nahl (16): 10-11, tanaman alfafa (Medicago sativa) dalam QS. An-Naba (78):16, serta tak lupa tanaman pisang pada QS. Al-Waaqi’ah (56):28-33 ikut menjadi koleksi kebun Al-Quran.
Kebun Al-quran ini juga sebagai sarana dilakukannya pengembangan riset mengenai tin dan zaitun. Bahkan tak ketinggalan di kebun inilah praktikum untuk beberapa mata kuliah diujikan secara langsung ke beberapa tanaman zaitun dan tin.
Seperti yang dilakukan mahasiswa semester lima di awal praktikum Fitohormon kali ini. Mereka mencoba mengembangkan tanaman zaitun menggunakan teknik mikro cutting dan juga menguji pemberian beberapa ZPT (Zat Pengatur Tumbuhan) yang berbeda terhadap pertumbuhan tunas lateral tanaman zaitun.
Aktif dalam riset, Kebun Al-Quran FMIPA Unisma juga aktif membangun jiwa entrepreneur mahasiswa dengan memberikan kesempatan pada tiap mahasiswa untuk melakukan penjualan (reseller) tanaman tin dan zaitun. Dalam setiap even seminar yang diadakan FMIPA Unisma juga melakukan pameran tanaman-tanaman dari kebun Al-Quran sebagai wujud pengenalan dan publikasi hasil riset kepada masyarakat. (Anna_f)




