
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang mulai berlaku 1 Januari 2016 merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia diberbagai sektor. Salah satunya, tantangan dibidang jasa profesi akuntansi. Untuk menghadapinya, pemerintah telah menyiapkan berbagai perangkat peraturan untuk menjamin adanya persaingan yang sehat dan kompetitif dalam penyediaan jasa profesi akuntansi. Melihat fenomena tersebut menggugah Fakultas Ekonomi Universitas Islam Malang khususnya peogram studi Akuntansi bekerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Jawa Timur Komisariat Malang Raya untuk menyelenggarakan seminar BUILDING CREATIVE AKUNTAN MUDA dalam memasuki MEA. Acar ini digelar pada hari senin,7 November 2016 bertempat di Gedung Pascasarjana lantai 7 dihadiri kurang lebih 500 peserta. Selain kegiatan seminar juga dilaksanakan Branding program kerja AIA Muda serta penandatanganan kerjasama Himaprodi Akuntansi Unisma dengan AIA Muda Wilayah Jawa Timur.
Dalam sambutan Dekan FE Unisma Nur Diana SE,MSI mengatakan “pemberlakuan MEA pada 1 Januari 2016 menuntut seluruh sektor perekonomian dan jasa, termasuk akuntans, berusaha untuk memperbaiki diri serta meningkatkan kemampuan jika tak ingin kalah bersaing dengan profesi serupa yang datang dari sesama anggota ASEAN. Akuntan Indonesia harus menghadapi persaingan dengan akuntan asing untuk menawarkan jasa profesinnya. Oleh karenanya, perlu disiapkan strategi lagi bagi lulusan sarjana akuntansi dalam menghadapi tantangan MEA. Kualitas serta kompetensi akuntan dapat diwujudkan dengan mencetak akuntan muda saat ini dengan mencetak akuntan muda Indonesia yang Progresif (Profesional,Beretika,dan Kompetetif). Beliau menambahkan peluang bila kita khususnya akuntan bersiap lebih cepat dan baik. Kita harus menjadi tuan rumah di negri sendiri dalam ASEAN economic community (AEC) dan jangan menjadi penonton kandang sendiri.
Sementar itu Ketua IAI Wilayah Jawa Timur Komisariat Malang Raya Dr.Pujihandayati SE,MM, Akt, CMA memaparkan dalam seminar yang bertema BUILDING CREATIVE AKUNTAN MUDA bahwa profesi akuntan merupakan salah satu profesi yang sangat terpengaruh dengan adanya MEA. Terdapat strategi memasuki MEA diantarannya. Menyiapkan blue print pengembangan profesi akuntansi di Indonesia yang dimulai sejak dini dengan mempersiapkan akuntan muda, memperkuat regulasi profesi akuntansi, mmenjalin kerjasama asosiasi profesi akuntan dengan negara lain, dan sinergi pihak pihak yang terkait dengan profesi akuntansi meliputi akademisi,praktisi,asosiasi profesi,pengguna jasa atau regulator. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas profesionalisme akuntan Indonesia, meliputi : peningkatan kualitas pendidikan akuntansi, kualitas sertifikasi profesi akuntansi, standar akuntansi dan standar profesi sesuai dengan standar internasional, serta pendidikan profesional berkelanjutan.
( FE Unisma, 7 November 2016)




